pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berbenah Songsong Penghargaan WTN

SATU persatu sektor di Kabupaten Jeneponto terus dibenahi. Salah satunya di bidang transportasi.
Menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Arfan Sanre,SH.MH fokus pada upaya memperbaiki sistem transportasi di daerah ini. Di bawah kepemimpinan Bupati H Iksan Iskandar dan Wakil Bupati H Mulyadi Mustamu yang mengusung tagline Siap Bisa, ia menggenjot agar Jeneponto bisa sejajar dengan daerah lain di Sulsel.
Daerah tertinggal yang pernah disematkan ke Butta Turatea, kini telah terhapus. Jeneponto juga menargetkan meraih piala Adipura serta penghargaan Adiwiyata untuk sekolah berbasis lingkungan.
Di tahun 2017 ini, Dinas Perhubungan Jeneponto menargetkan bisa menghadirkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN). Khususnya untuk pengelolaan transportasi kategori kota kecil.
Diakui Arfan, untuk bisa mendapatkan penghargaan tersebut tidaklah mudah. Namun dengan kerja sama semua pihak, dia opitmistis harapan itu bisa diwujudkan.
Disebutkan, pada bulan Juni mendatang akan ada tim penilai dari Kementerian Perhubungan bersama Dinas Perhubungan Sulsel. Mereka rencananya melakukan penilaian tahap pertama.
Guna menyambut kedatangan tim, Dishub telah mempersiapkan semua data sarana dan prasarana yang diperlukan. Seperti data tentang jalan nasional yang melintas di Kabupaten Jeneponto sepanjang 74 km. Mulai dari perbatasan Kabupaten Takalar hingga Bantaeng.
Demikian pula jalan provinsi yang ada di Kabupaten Jeneponto sepanjang 50 km. Mulai dari Jalan Morra Daeng Bilu, Bontosunggu sampai batas Malakaji, Kabupaten Gowa.
”Jeneponto mempunyai jalan kabupaten sepanjang 714 km. Tersebar di sebelas kecamatan, 113 desa dan kelurahan. Di tahun 2017 ini diupayakan sudah tuntas perbaikan jalan aspal hotmiks dan beton,” terang Arfan Sanre.
Salah satu yang menjadi fokus penilaian WTN, sebut Arfan Sanre, yakni arus lalulintas harus lancar. Karena itu, telah dilakukan rekayasa lalulintas. Seperti Jalan Turi Bontosunggu telah dibuat satu arah dari timur ke barat. Berlaku mulai pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita. Begitu pula dengan Jalan Sultan Hasanuddin, satu arah dari utara ke selatan.
Khusus untuk mobil angkutan penumpang antarkabupaten dan mobil truk yang datang dari arah Bantaeng, harus belok kiri masuk ke Jalan Ishak Iskandar. Tujuannya agar pengunjung pasar Turatea tidak terganggu.
”Yang juga masuk dalam penilaian adalah adanya terminal untuk menampung kendaraan, baik mobil antarkabupaten maupun antar desa. Intinya, dilarang ada terminal bayangan. Karena ini bisa mengganggu arus lalulintas,” jelasnya.
Jalan yang bebas polusi kendaraan pada hari libur juga harus ada. Khusus car free day ini ditentukan lokasinya di Jalan Malajong Daeng Liwang, Bontosunggu depan rumah Sekkab Jeneponto sampai depan kantor bupati Jeneponto Jalan Ilyas Mattewakkang.
”Kita di Dishub telah melakukan berbagai upaya membenahi bidang transportasi di Jeneponto. Namun semua itu tidak bisa berhasil tanpa peran serta seluruh elemen masyarakat. Karena itu, mari kita sukseskan Jeneponto Gammara dalam menyongsong WTN. Penghargaan itu harus bersemayam di Butta Turatea,” tandasnya. (patahuddin kr kulle)



×


Berbenah Songsong Penghargaan WTN

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar