MAKASSAR, BKM — Jaksa Samboritta jilid II segera bergulir. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya praktik penyimpangan pengelolaan keuangan ini rencananya dilaunching dalam waktu dekat.
Program ini merupakan kerja sama Harian Berita Kota Makassar dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Kejari dan Pemerintah Kota Makassar. Untuk Jaksa Samboritta jilid II, pelaksanaannya fokus di 15 kecamatan Kota Makassar.
Sebagai persiapan launching, tim Jaksa Samboritta dari BKM menemui Kepala Kejari Makassar Dicky Rachmat Rahardjo di ruang kerjanya, Kamis (30/3). Pertemuan membahas teknis pelaksanaan peluncuran program ini. Tim dipimpin Direktur Utama BKM Mustawa Nur, didampingi Direktur Fachruddin Palapa serta Pemimpin Redaksi Muh Arsan Fitri.
Dicky yang baru menjabat sebagai kajari Makassar, memberi apresiasi dan menyambut baik program ini. Bahkan ia menegaskan Jaksa Samboritta harus didukung sepenuhnya. Apalagi fokus pada upaya pencegahan korupsi dalam penggunaan keuangan negara.
”Program Jaksa Samboritta harus jadi sarana mencegah korupsi. Karena itu, kita akan berusaha agar bagaimana program ini bisa berjalan maksimal,” kata Dicky.
Untuk bisa mewujudkannya, tambah Dikcy, harus ada koordinasi dan kerja sama seluruh elemen. Baik dari kalangan pemerintah maupun kejaksaan. Sementara outputnya untuk masyarakat.
”Program seperti ini tentunya akan berdampak positif dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mencegah korupsi. Kita ingin memajukan Makassar dengan program ini,” tandasnya.
Dia berharap, Jaksa Samboritta bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pencegahan korupsi. Untuk itu diharapkan pemkot berperan aktif dalam menciptakan Makassar bersih dari praktik penyimpangan.
“Kalau bersih dari korupsi, otomatis pembangunan juga akan berjalan lancar. Manfaatnya juga bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dirut BKM Mustawa Nur kepada Kajari menjelaskan, program Jaksa Samboritta ini adalah yang kedua kalinya digelar. Sebelumnya telah dilaksanakan 2016 lalu dan dilaunching di kantor Kajati Sulsel.
“Tahun lalu pesertanya dari dinas-dinas. Tapi untuk tahun ini dikecamatan. Nanti, tim jaksa dari Kejari akan turun ke kecamatan memberikan pengarahan bagaimana melaksanakan program yang bebas dari implikasi hukum,” kata Mustawa.
Intinya, lanjut Mustawa, program ini adalah untuk pencegahan tindak pidana korupsi. Sebelum pihak kecamatan melaksanakan programnya, mereka akan diberi pemahaman dari tim kejari.
“Nanti akan dibuat jadwal tatap muka antara tim kejari dan masing-masing kecamatan. Saat jaksa memberikan pengarahan, maka kami Berita Kota akan memberitakan kegiatan tersebut sehingga akan diketahui luas oleh publik,” tambah Mustawa.
Rencananya, tambah Mustawa, launching Jaksa Samboritta II akan dilaksanakan Minggu (9/4) di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate. Launching akan dirangkaikan dengan kegiatan Makassar Majukan Lorong (Majurong).
Di depan kajari, Mustawa juga memaparkan sejumlah program yang telah dilaksanakan Berita Kota. Selain Jaksa Samboritta, Berita Kota juga telah menggelar Polisi Temanta di Parepare yang mendapat sambutan luar biasa.
“Kami juga menginisiasi sejumlah kegiatan di lorong dan tentang kebersihan seperti Mabasa, Mabaji, Mabello dan Majurong. Kegiatan ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menjaga dan menata lingkunganna,” ujarnya. (mat/rus)
Kajari: Jaksa Samboritta Penting untuk Cegah Korupsi
×

