MAKASSAR, BKM — Tim penilai Adipura bentukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan beberapa proses dan tahapan. Penilaian dilaksanakan di 150 titik pada 15 kecamatan dalam kota Makassar.
Rencananya hari ini, Senin (3/4), tim penilai kembali dijawadlakn turun melakukan verifikasi penilaian. Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar Gani Sirman.
Dijelaskan, sebelum merampungkan hasil penilaian kebersihan di Kota Makassar, mulai dari tahap pertama (P1) dan tahap kedua (P2), tim penilai harus memastikan kebersihan di Kota Makassar tetap terjaga. Mereka pun turun melakukan verifikasi data di tempat yang menjadi penilaian Adipura Paripurna 2017.
Hanya saja, menurut Gani Sirman, tempat-tempat yang pertama kali akan dikunjungi tim penilai sangat rahasia. Karena itu dia meminta seluruh pihak terkait, khususnya di kecamatan agar bersiap-siap dan fokus menjaga kebersihan di wilayahnya masing-masing. Terutama kebersihan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), perkantoran, sekolah, terminal, pasar tradisional, puskesmas, rumah sakit (RS), jalan dan kondisi drainase.
” Harini Senin tim penilai turun di tempat-tempat yang telah dinilai untuk melakukan verifikasi. Karena penilaian P1 dan P2 sudah aman. Tinggal verifikasinya lagi. Kalau lokasinya, kami tidak tahu dimana. Yang jelasnya, semua lokasi yang menjadi tempat penilai dikunjungi dalam satu hari,” terang Gani Sirman, Minggu (2/4).
Dari hasil penilaian tahap satu dan dua, kata dia, sejumlah wilayah memberikan penilaian dengan rata-rata 70. Nilai tersebut masuk kategori standar.
Karena itu, diharapkan kebersihan dapat tetap dijaga. Bila perlu lebih ditingkatkan, agar Kota Makassar kembali meraih penghargaan piala Adipura Paripurna tahun ini.
“Sempat ada mungkin dua wilayah yang penilaiannya di bawah rata-rata, karena faktor pengeloaan sampah dan kondisi drainase kurang terjaga. Itu berada dalam kompleks Kecamatan Tamalanrea. Tapi sekarang sudah aman dan sudah siap kembali dinilai,” jelasnya.
Terkait rencana penilaian ini, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto melalui group Whatsapp Bersih Kota, menginstruksikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya seluruh camat dan lurah untuk memperhatikan kondisi wilayahnya masing-masing. Khususnya di TPA Tamangapa, baik di zona aktif maupun tidak aktif. Begitu pula pengomposan, pemanfaatan gas metam, kolam lindi dan sumur pantau.
Selain itu, Danny juga meminta Ruang Terbuka Hijau (RTH), bengkel, tempat cuci alat berat, pasar tradisional, bank sampah unit, jalan protokol dan pertokoan harus diperhatikan.
Dan untuk pasar, harus yang layak ada adalah sarana pemilahan sampah di semua pedagang, prosesnya, zonasi pedagang, kantornya, pengomposan, bank sampah, pojok sehat, kontainer, drainase depan pasar dan WC umum.
“Seluruh OPD, camat dan lurah dan tim, dalam verifikasi kemungkinan akan menjadi penilaian inti. Kebersihan harus terjaga, khususnya TPA Tamangapa. Pengolahan sampah skala kota terdiri dari TPS 3R. Yang dinilai jumlah sampah yang dikelola, dan dipastikan tidak ada sampah sekitar lokasi TPS 3R. Area menuju TPS harus bersih dan perbanyak pot,” tulis Danny.
Diapun optimistis tahun ini Makassar dapat kembali meraih penghargaan Adipura Paripurna. Karena kondisi lingkungannya telah tertata dengan baik. (arf/rus)
Siap-siap, Tim Adipura Kunjungi Tempat Rahasia
×

