pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DPO Begal Ditembak Usai Tendang Petugas

MAKASSAR, BKM — Dua tersangka kasus begal diringkus Unit Khusus Polsek Bontoala. Mereka adalah Suardi alias Nyong (24) dan Fajrin alias Geppa (20).
Yang pertama diamankan adalah Fajrin. Saat itu ia berada di Jalan Gunung Bulusaraung, Selasa (11/4) pukul 02.30 Wita. Penangkapan dipimpin Panit 2 Polsek Bontoala Iptu H Rahman Ronrong. Fajrin dibekuk setelah cukup lama buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Bontoala.
Menurut Rahman Ronrong, tersangka Fajrin diciduk ketika tengah berada di dalam sebuah warnet Jalan Gunung Latimojong. Saat itu mereka tengah asyik main game. Selanjutnya digelandang ke Mapolsek Bontoala untuk menjalani pemeriksaan.
Dari interogasi polisi, Fajrin mengakui perannya. Ia bertindak membantu menjual barang curian yang berhasil diambil. Sementara Nying bertindak selaku eksekutor.
”Saya hanya membantu memasarkan barang hasil curian Nyong, Pak. Yang saya jual HP merek Oppo A37 warna pink,” ujar Fajrin.
Usai meminta keterangan tersangka, petugas kemudian menggiringnya untuk dilakukan pengembangan. Fajrin diminta menunjukkan tempat persembunyian rekannya bersama barang hasil jarahannya.
Petugas pun berhasil mendapatkan Suardi alias Nyong. Ia bersembunyi di sebuah rumah keluarga Fajrin di Jalan Gunung Bulusaraung.
Selain mengamankan keduanya, petugas juga menyita barang bukti dari tangan pelaku. Yakni satu unit HP merek Oppo A37 warna pink. Barang tersebut ditemukan di rumah keluarga Fajrin alias Geppa.
Saat menginterogasi Suardi, terungkap pengakuan bahwa ia pernah menjambret sebuah tas warna coklat. Lokasinya di Jalan Masjid Raya.
Nyong juga menyebut satu orang rekannya ketika melakukan aksi jambret. Inisialnya AR. Warga Jalan Laiya itu masih dalam pengejaran petugas.
Pukul 03.55 Wita, tersangka Suardi dibawa untuk pengembangan. Ia diminta menunjukkan TKP aksi jambretnya, sekaligus mencari keberadaan rekannya AR.
Namun dalam perjalanan, tersangka mencoba melawan petugas. Ia memberontak dan menendang petugas.
“Sewaktu kami lakukan pengembangan terhadap tersangka Nyong, ia melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Bahkan menendang salah seorang anggota,” terang Iptu Rahman Ronrong.
Tak ingin buruannya lepas, polisi mengambil tindakan tegas. Nyong ditembak di bagian kaki kanannya, setelah tiga kali tembakan peringatan dilesakkan ke udara. Tersangka pun tumbang lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk mengangkat proyektil peluru yang bersarang di kakinya. (ish/rus)



×


DPO Begal Ditembak Usai Tendang Petugas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar