SELAMA ini masyarakat umum mengetahui jika Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar memiliki tugas utama melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran. Masih banyak yang belum tahu bila di organisasi perangkat daerah (OPD) ini memiliki beberapa tim penyelamatan. Apa saja itu?
Laporan: Arif Alqadry
KANTOR Dinas Damkar Kota Makassar terletak di Jalan Ratulangi. Bersebelahan dengan kantor PDAM. Warna biru mendominasi cat gedung damkar. Senada dengan seragam personelnya.
Para petugas damkar merupakan orang-orang pilihan. Mereka dilengkapi dengan keterampilan khusus. Bukan hanya dalam hal penyelematan saat terjadi kebakaran. Tapi juga pada situasi darurat lainnya.
Sebut saja jika ada orang yang hendak bunuh diri. Atau ada hewan buas dan berbahaya berkeliaran di sekitar pemukiman warga. Dinas Damkar memiliki personel khusus yang siap kapan saja untuk diterjunkan ke lapangan.
Sejak Januari 2017, Damkar Kota Makassar telah resmi memiliki animal rescue. Tugas utama mereka yang tergabung di tim ini adalah melakukan penyelamatan serta evakuasi jika ada hewan buas mengancam keselamatan dan mengganggu kenyamanan warga. Misalnya ular, buaya atau sarang lebah.
Dalam tim animal rescue ini, ditempatkan petugas pilihan yang telah mengikuti Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) di Jakarta selama satu bulan. Tahun 2016 lalu ada 14 petugas yang diikutkan pusdiklat.
Komandan Pasukan Markas Komando Damkar Kota Makassar, Ance Daeng mengatakan setiap petugas damkar telah diberikan pelatihan penanggulangan kebakaran, maupun penanganan hal-hal dari luar tugas pokok. Seperti membujuk dan menyelamatkan korban yang hendak bunuh diri, menyelamatkan korban kecelakaan lalulintas serta mengevakuasi dan menyelamatkan hewan buas yang mengganggu masyarakat.
“Di Mako Damkar Kota Makassar ada enam peleton. Setiap peleton diisi 76 petugas. Di tiap peleton sudah ada petugas yang memiliki keterampilan khusus. Ada yang mahir membujuk orang yang hendak bunuh diri, menyelamatkan korban kecelakaan maupun evakuasi sarang tawon. Keterampilan itu didapat setelah diikutkan dalam Pusdiklat di Jakarta selama satu bulan,” kata Ance di Mako Damkar Kota Makassar, Selasa (16/5).
Personel animal rescue ini dilengkapi dengan seragam yang dirancang khusus. Pakaian tahan api tersebut berbahan aluminium. Sama dengan yang digunakan untuk pakaian petugas pemadam saat melakukan pemadaman api.
Karena Damkar Kota Makassar belum memiliki pakaian khusus untuk penanganan sarang tawon. Kendati demikian, petugas yang turun melakukan evakuasi tetap aman.
“Sejauh ini laporan yang masuk dari masyarakat selain kebakaran, banyak juga untuk evakuasi sarang tawon. Kalau kasus buaya atau ular, sampai saat ini belum ada yang masuk laporannya,” terang Ance.
Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Makassar, Hasanuddin menambahkan, pembentukan tim animal rescue dimaksudkan untuk memberikan pelayanan lebih ke masyarakat. Tanpa harus melupakan tugas pokok dari damkar, yaitu melakukan pemadaman api.
“Kadang di waktu yang bersamaan ada dua laporan dari masyarakat, yaitu kebakaran dan sarang tawon. Kami prioritaskan untuk turun melakukan pemadaman api. Di waktu lowong kita mulai kembali bergerak melakukan evakuasi sarang tawon,” terangnya.
Malam hari, kata Hasanuddin, merupakan waktu yang tepat bagi para petugas animal rescue melakukan evakuasi. Sebab di waktu seperti itu, tawon sudah masuk ke dalam sarang. Kondisi ini memudahkan para petugas melakukan evakuasi.
”Untuk penanganan hewan buas, seperti buaya ataupun ular, tim animal rescue sampai saat ini belum pernah melakukannya. Belum ada laporan yang masuk ke kami. Peralatan khususnya juga belum kita miliki. Paling yang kita siapkan karung dan tali. Sempat di Kecamatan Panakkukang dihebohkan dengan kemunculan buaya. Tapi kita tidak tangani, karena tidak ada laporan yang masuk,” terang Hasanuddin.
Belum lama ini, animal rescue kembali berhasil mengevakuasi sarang tawon dari dalam lemari milik seorang warga yang tinggal di Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang. Sarang tawon berukuran cukup besar itu ditemukan petugas dalam lemari warga bernama Krisno. Bahkan sudah menghasilkan madu setengah gelas plastik.
“Kami rencana mengusulkan pengadaan peralatan rescue di tahun anggaran 2018. Karena saat ini peralatan kami masih kurang. Perlu ada tambahan peralatan yang lebih menunjang,” tandasnya. (*/rus)

