MAKASSAR, BKM — PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII siap memenuhi kebutuhan BBM dan LPG masyarakat selama bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah.
Untuk memastikan pendistribusian BBM dan LPG kepada masyarakat berjalan lancar,
Pertamina akan membentuk tim Satgas Idul Fitri 1438 H dan akan mulai bekerja sejak 2
minggu sebelum Idul Fitri.
Tim satgas bertugas melaporkan stok dan kondisi operasional suplai dan distribusi BBM dan LPG, memantau, mengawasi pelayanan penyaluran BBM dan LPG kepada masyarakat agar berjalan dengan lancar dan wajar.
”Tim Satgas juga akan memberi penjelasan kepada masyarakat mengenai ketersediaan BBM dan LPG terutama PSO apabila diperlukan. Hal ini tentunya untuk dapat memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idul
Fitri bersama keluarga,” kata GM Pertamina MOR VII Sulawesi, Joko Pitoyo kepada wartawan saat menjelaskan kesiapan Pertamina menghadapi momen bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri di aula kantor Pertamina MOR VII Sulawesi, Selasa (23/5).
Saat jumpa pers tersebut, Joko Pitoyo didampingi Tata Pandaya (Retail Fuel Marketing Manager), Isfahani (Area Manager Domestic Gas/Domgas), Teuku Djohan Miftah (Region Manager VII AVIAT), Bambang Soeprijono (Pjs S & D Manager Sulawesi), dan Hermansyah Y Nasroen ( Area Manager Communication & Relations Sulawesi).
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada kegiatan operasional, Pertamina tetap melakukan
langkah-langkah untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG dibulan Ramadan dan Idul Fitri 1438 H.
Langkah-langkah yang dilakukan, di antaranya build up stok di Terminal BBM sebanyak 10 persen sampai 15 persen serta memaksimalkan kapasitas tanki timbun di Depot dan Terminal LPG.
Meningkatkan kemampuan suplai Premium di SPBU dengan kisaran 18 persen (perkiraan H-2) sampai 24 persen (perkiraan H-1) serta pada arus balik H+7 yang diperkirakan terjadi
peningkatan konsumsi sampai 9 persen dari rata-rata konsumsi normal harian Sulawesi
Selatan 2.391 KL (kiloliter) per hari.
Hal lainnya, tambah Joko, menjaga kemampuan suplai normal Solar di SPBU walau tren konsumsi solar akan menurun jelang Idul Fitri. Konsumsi normal solar Sulawesi Selatan adalah 1.130 KL per hari.
Untuk bahan bakar Pertamax dan Pertalite, Pertamina juga meningkatkan kemampuan
suplai dengan perkiraan peningkatan konsumsi mulai dari masa Ramadan sampai H+7 mencapai lebih dari 130 persen untuk Pertamax dan 290 persen untuk Pertalite.
Adapun rata-rata harian normal untuk Pertamax adalah 128 KL per hari dan Pertalite 489 KL per hari. ”Bila diperlukan, menambah jam operasional Terminal BBM, Terminal LPG dan Depot LPG. Selain itu, kami juga menyediakan buffer stok tabung LPG 3 Kg di SPPBE,” ujar Joko.
Tentang LPG 3 Kg, menurut Joko, pihaknya menyiapkan antisipasi peningkatan konsumsi LPG 3 kg masyarakat Sulsel dengan perkiraan dari rata-rata kebutuhan normal, yaitu sebesar 17.926 Metrik Ton (MT) per bulan dibulan April 2017 menjadi 19.730 MT pada bulan Mei 2017 atau 10 persen di atas kebutuhan normal dan 20.630 MT pada bulan Juni 2017 atau 15 persen di atas kebutuhan normal.
”Kami juga menyiapkan antisipasi peningkatan konsumsi LPG Non PSO (Elpiji 12 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Bright Gas 5,5 Kg) dengan perkiraan kenaikan konsumsi sebesar 8 persen sampai 10 persen dari rata-rata konsumsi normal 1.829 MT per bulan. Untuk mengantisipasi tidak beroperasinya pangkalan LPG pada hari raya, terdapat 72 SPBU
yang menjual LPG dari total 190 SPBU di seluruh Sulsel,” terang Joko. (mir)
Pertamina Pastikan Kelancaran Distribusi
×

