MAKASSAR, BKM — Menjelang siang di hari 12 puasa bulan ramadan, Rabu (7/6). Pedagang di Pasar Butung yang tadinya disibukkan dengan aktivitas jual beli, langsung berlarian meninggalkan kiosnya.
”Kebakaran….kebakaran…” Begitu teriakan yang terdengar. Terlihat asap mengepul di angkasa. Si jago merah tengah mengamuk.
Kepanikan langsung melanda. Para pedagang langsung bergerak menyelamatkan barang-barangnya dari dalam pasar ke lokasi yang dianggap aman.
Kebakaran ini melanda sebuah rumah toko (ruko) yang berada di kompleks pasar grosir terbesar di Makassar ini. Toko Ardila yang berada dala lingkungan Pasar Butung itu milik Yudi.
Tak lama berselang terdengar raungan suara sirine. Armada dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar tiba di lokasi.
Personel pemadam berjibaku memadamkan api. Setengah jam kemudian kobaran api berhasil dijinakkan, sebelum menjalar ke tempat lain. Namun, upaya pemadaman masih terus dilakukan, karena bara api dikhawatirkan terpendam di tumpukan kain-kain yang terbakar.
Yudi hanya bisa pasrah melihat tempat usaha dan sebagian isinya dilalap api. Usai api dipadamkan, ia bersama para karyawannya tampak mengamankan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.
“Kita amankan saja yang masih bisa diselamatkan. Kita taruh semua di bawah dulu,” kata Yudi sambil menunjuk tempat parkiran pasar.
Yudi sedikit beruntung. Karena ruko miliknya hanya terbakar di lantai 2 dan 3. Lantai 1 masih terlihat utuh, sehingga masih banyak barang dagangan yang bisa diselamatkan. Namun segala perabot rumah dan berbagai bahan busa dagangannya yang ia letakkan di lantai 2, habis tak tersisa.
Belum diketahui penyebab kebakaran. Yudi sendiri menaksir jika kerugian yang ia alami mencapai Rp2,5 miliar. Untuk ke depannya, Yudi belum memiliki rencana tindakan apapun terkait kerugian yang ia alami. “Ndak taupi mauka apa. Saya selamatkanmi saja dulu barang-barangku yang masih ada,” ujarnya dengan nada lemah.
Saat kebakaran terjadi, Yudi dan karyawannya tengah beraktifitas melayani pembeli. Toko ini menjual sepresi dan karpet. Lantai satu dijadikan tempat berjualan. Sementara lantai dua dan tiga menyimpan barang. Tidak ada dapur serta pemakaian listrik, kecuali untuk penarangan lampu.
Salah seorang pedagang yang berada di lantai empat Pasar Butung, Tina menuturkan, informasi yang diterimanya, kebakaran diduga karena genset meledak. Karena sedang berada di luar ketika kebakaran terjadi, Tina tak sempat mengeluarkan barang-barang dari tempat jualannya.
Begitu mendengar informasi jika Pasar Butung terbakar, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang ada di kantor gubernur langsung bergegas menuju ke lokasi. Di sana, orang nomor satunya Sulsel itu bersama-sama Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan Sekkot Makassar, Ibrahim Saleh menuju ke lantai teratas (roof) untuk memantau kebakaran.
Saat tiba di lokasi kebakaran, api sudah berhasil dijinakkan.
Sebelum naik ke lantai teratas, Syahrul menuju ke pusat informasi Pasar Butung. Melalui pengeras suara, dia menyampaikan jika api sudah padam. Masyarakat, khususnya para pedagang dan pembeli diimbau tidak panik dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa.
“Tidak perlu panik. Api sudah berhasil dipadamkan. Masyarakat dan pedagang bisa beraktifitas seperti biasa, ” katanya.
Setelah itu, Syahrul bersama wawali naik ke lantai teratas melihat kondisi ruko yang terbakar. Api sudah padam, namun masih ada asap hitam yang mengepul keluar dari ruko yang terbakar.
Kepala Dinas Damkar Kota Makassar, Imran Samad mengatakan api bisa dikuasai setelah kurang lebih satu jam. Sebab ada api-api kecil dari bahan yang mudah terbakar, seperti kain, spon dan bahan tekstil.
”Jendelanya pakai teralis besi. Jadi terpaksa kami masuk dari dalam,” kata Imran.
Proses pemadaman melibatkan 60 personel dengan 36 unit damkar. ”Kita siram pakai busa. Kain-kain yang terbakar dimulai dari lantai dua. Kami blokade api biar tidak meluas. Beruntung titik apinya cepat kita temukan, sehingga tidak menjalar ke tempat lain,” terang Imran lagi.
Kepala Pasar Butung, Muhammad Sahid menjelaskan, Toko Ardila berada di deretan ruko tapi masuk dalam kawasan Pasar Butung. Ruko ini berlantai tiga.
Di Pasar Butung terdapat 23 petak ruko. Ada 232 kios di lantai satu, 265 kios di lantai dua, dan 239 kios di lantai tiga. Sementara di lantai empat ada 138 kios. Pengelolaannya dilakukan oleh Koperasi Bina Duta selama 25 tahun, sejak 1998. (nug-jun-rhm/rus)
Pasar Butung Terbakar, SYL: Jangan Panik
×

