MAKASSAR, BKM — Teka teki tentang siapa calon pelaksana tugas (plt) sekretaris kota (sekkot) Makassar yang diusulkan ke Pemprov Sulsel untuk mendapat persetujuan gubernur, sedikit mulai terkuak. Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto memberi bocorannya.
”Untuk sekkot, kami sudah usulkan satu nama. Inisialnya AB,” ujarnya di kantor gubernur, Kamis (15/6). Ia baru saja selesai melakukan rapat dengan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang membahas persiapan pelaksanaan peringatan Hari Koperasi tingkat nasional yang dipusatkan di Makassar.
Dia kembali mempertegas usulannya dengan mengatakan, calon tersebut merupakan pejabat paling senior di lingkup Pemkot Makassar dengan klasifikasi golongan IVD. Umurnya sekitar 55-56 tahun.
Danny melanjutkan, sengaja pejabat berinisial AB tersebut diusulkan karena dianggap paling pantas untuk menjabat plt sekkot. Orangnya paling senior, bisa mengayomi, dan cenderung tegas.
“AB, fiks itu. Satuji memang yang diusulkan. Sengaja saya pilih yang paling senior, yang bisa mengayomi dan orang yang cenderung tegas, ” jelasnya.
Sebenarnya, ucap Danny, banyak pejabat yang bagus dan nyaris memenuhi kriteria. Namun golongan kepangkatannya masih IVb dan IVc, sehingga diputuskan untuk mengusulkan yang paling senior dengan catatan yang bersangkutan nantinya tidak lagi ikut seleksi calon sekkot definitif.
“Artinya setelah ini, yang bersangkutan tidak lagi ikut seleksi. Supaya fair. Kira-kira begitu. Kasihan yang lain. Kita perlu menjaga kestabilan birokrasi, ” terangnya.
Jika sudah diproses tingkat pemprov, menurut rencana, plt sekkot akan mulai bertugas per 1 Juli mendatang. Karena masa jabatan Sekkot Ibrahim Saleh berakhir pada tanggal tersebut.
Terkait masa jabatan plt nantinya, Danny mengemukakan, berdasarkan aturan, idealnya enam bulan. Namun dia tidak bisa memastikan lebih rinci, mengingat tahun ini mulai masuk agenda pilkada, di mana butuh kestabilan disitu.
“Kita lihat nanti kondisinya. Karena kan plt itu enam bulan dan bisa diperpanjang,” ungkap Danny.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo tetap bersikukuh dengan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi terkait pengusulan nama calon pelaksana tugas Sekkot Makassar. “Soal Sekkot Makassar, sampai saat ini belum ada petunjuk dari pimpinan,” ungkapnya ketika dihubungi, kemarin.
Namun, dia menegaskan, begitu ada instruksi untuk memproses usulan tersebut, pihaknya akan langsung melaksanakannya. Kemungkinan besar surat usulan tersebut baru sampai di meja Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Latif.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latif sebelumnya membenarkan jika usulan nama plt sekkot dari Pemkot Makassar sudah ada masuk. Namun dia enggan membocorkan nama yang diusulkan.
Tapi dia memastikan, nama tersebut merupakan salah satu staf Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Nama itu akan disampaikan terlebih dahulu ke gubernur untuk mendapat persetujuan.
“Usulannya sudah ada. Pelaksana tugas itu nantinya persiapan 1 Juli bertugas, karena Sekkot Ibrahim Saleh sudah memasuki masa pensiun,” terangnya di kantor gubernur Sulsel.
Jika merujuk pada penjelasan Danny, ada dua pejabat yang mendekati kriteria. Yakni Andi Bukti Jufrie, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Abdul Rahman Bando yang saat ini menjabat Kadis Kelautan dan Perikanan.
Bagaimana respons Andi Bukti? Pejabat senior eselon II berpangkat IV/c ini berujar diplomatis. Kata dia, sejak dilantik sebagai PNS, dirinya telah siap menerima setiap amanah dan tugas yang diberikan kepadanya.
Terkait nama berinisial AB yang disebut-sebut cebagai calon plt sekkot, mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Makassar ini tidak memberikan respons berlebihan. Dia hanya mempertegas bahwa dirinya siap menerima apapun tugas yang diberikan oleh pimpinan.
“Kalau itu perintah Pak Wali, sebagai abdi negara san staf Pemkot Makassar saya selalu siap ditempatkan di mana saja,” aku Bukti usai menghadiri rapat di Balai Kota, kemarin.
Hal senada terucap dari Abdul Rahman Bando. Menurutnya, apabila pimpinan memberi tugas, sudah menjadi sumpah ASN tidak boleh menolak. Kepercayaan yang diberikan akan dilaksanakan dengan sekuat tenaga.
”Untuk saat ini saya fokus bekerja di Dinas Perikanan dan Pertanian. Kalau untuk jabatan lain, tergantung perintah Pak Wali selaku pimpinan,” tandasnya.
Saat ini adik kandung bupati Enrekang, H Muslimin Bando itu berumur 48 tahun dengan pangkat/golongan IV/c. Sejumlah jabatan telah dilaluinya. Mulai dari sekretaris Badan Keluarga Berencana. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan KB. Kepala Kantor Ketahanan Pangan. Kepala Dinas Keluatan, Perikanan, Pertanian dan Peternakan. Terakhir sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian. (rhm-arf/rus)
AB Calon Sekkot Makassar
×

