DI benak awam selama ini, seorang pejabat pada level bupati tentu punya menu khusus nan istimewa, baik kalau sahur maupun berbuka puasa. Ternyata banyak yang salah kaprah. Banyak diantara orang nomor satu pada kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang tidak terlalu menuntut soal sajian sahur dan berbuka. Salah satunya Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar.
Laporan: Irwan Musa
BAGI Andi Mudzakkar, ramadan tahun ini tetaplah sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Menu sahur dan buka puasa tak ada yang berbeda.
Bupati dua periode ini begitu sederhana dalam menunaikan ibadah puasa. Cakka –sapaan karibnya– punya menu berbuka puasa yang hampir sama dengan masyarakt umum lainnya di Bumi Sawerigading.
Ketika tiba waktu berbuka puasa, makanan favorit Cakka adalah kapurung udang dicampur joi (kerang). Makanan khas tana Luwu ini terbuat dari sagu dan sayur-sayuran. Bersama sang istri, Andi Tendri Karta, Cakka biasa menikmati menu andalannya itu di rumah jabatan bupati Bukit Limpujang, Belopa.
Untuk jenis kuenya, Cakka juga tidak macam-macam. Yakni kue dadar disambal manis tanpa isi. Makanan ini menjadi menu pelengkap.
Lain lagi bila sahur menjelang. Lagi-lagi menunya sangatlah sederhana. Bupati yang hobi offroad dan adventure ini hanya makan mi instan goreng plus telur dadar. Ada pula ikan kering digoreng sambal.
”Kalau sahur, makanan kesukaan saya mi instan goreng, telur dadar dan ikan kering goreng sambal. Rasanya sungguh nikmat,” ujarnya.
Menurut Cakka, ramadan adalah bulan yang penuh magfirah. Karena itu, untuk apa minta makanan bermacam-macam. Cukup yang sesuai dengan selera.
”Yang paling utama adalah ibadah kita kepada Allah SWT. Ini yang menjadi pokok pahala. Bukan dari berbagai jenis makanan yang mewah dan wah,” tuturnya.
Dalam beberapa kesempatan berbuka puasa bersama, baik dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) maupun elemen masyarakat umum Luwu, kapurung menjadi santapan utamanya.
”Kapurung itu terbuat dari sagu. Dia bisa jadi perekat bagi kita di Luwu. Sama dengan bahan bakunya yang lembut. Itulah makna makanan kapurung bagi saya,” tandas Cakka, mengungkapkan makna dan kesukaan dan kecintaannya mengonsumsi kapurung.
Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Luwu, Cakka berharap ramadan tahun ini betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh ASN dan masyarakat umat muslim secara keseluruhan. Terutama dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
”Belum tentu kita dapat bersama-sama menjalankan ramadan tahun depan. Karena itu saran saya, perbanyaklah ibadah kepada Allah SWT dan tetap berbuat baik kepada sesama umat manusia,” tanda putra tokoh legendaris Kahar Mudzakkar ini. (*/rus/b)

