SEJAK kecil hidupnya ditempatkan pada kesederhanaan. Tak memiliki barang-barang mewah seperti teman-temannya yang dengan enteng meminta kepada orang tuanya. Namun kini, omzet puluhan juta bisa ia dapatkan dengan mudah.
Rahmatullah yang memiliki latar belakang sebagai perawat, kemudian mendirikan klinik Rufaidah. Sosok yang sangat menginspirasi ini masih relatif muda. Meski begitu, ia telah mampu melampaui pemikiran anak muda seusianya.
Rahmatullah yang lahir dan besar di Makassar, kini berusia 26 tahun. Mengenakan baju batik biru dan ditemani oleh para pegawainya, tak sungkan dia menceritakan kisah san perjalanan hidupnya. Baginya, kerja keras dan kemauan untuk lebih sukses menjadi kunci dasarnya.
Pria yang merupakan alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin ini merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Lahir dari ayah seorang guru dan ibunya adalah ibu rumah tangga. Ayahnya bernama Darmawan. Sementara ibundanya Nurmalia. Karena hanya ayahnya yang bekerja dan harus menghidupi saudaranya yang lain, Rahmatullah dituntut hidup dalam kesederhanaan sejak kecil.
Saat duduk di bangku SMA hingga menempuh jenjang kuliah di perguruan tinggi, uang jajan yang diberikan oleh orang tuanya maksimal Rp10 ribu. Sangat berbeda dengan teman-temannya kala itu.
“Saya dikasih paling banyak cuma Rp10 ribu dari orang tua. Orang tua selalu bilang; silakan kalau kau mau beli apapun tapi cari sendiri. Dari kecil saya dikasih begitu, karena dituntut harus sederhana,” kenang Rahmatullah.
Karena kondisi itu pulalah, sejak SMA Rahmatullah telah mulai merintis usaha kecil-kecilan demi memenuhi kebutuhannya. Semenjak itu juga bakat berwirausahanya terasah. Alhasil, dari semua itu, kini omzetnya bisa mencapai Rp50 juta per bulan.
Saat ini, kliniknya beralamat di BTN Tamarunang Indah 1 Blok G6 Nomor 1. Fokusnya bukan cuma pengobatan. Melainkan berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan keperawatan. Antara lain perawatan luka, pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kolesterol, asam urat dan sebagainya, serta sunat.
Selain itu, sejak 2012 Rahmatullah juga telah mengembangkan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan “Phinisi Institute.” Kemudian ada Nurse Station yang menjual kaos-kaos distro khas perawat, alat-alat kesehatan, dan baju-baju perawat.
Ada pula Rufaidah Nurse Care yang menghimpun beberapa perawat untuk bekerja bersama-sama dirinya. Teranyar, saat ini ia sedang mengembangkan Rumah Sunat pertama di Kabupaten Gowa, yang ia namai Rumah Sunat Rufaidah Gowa. Rufaidah Nurse Care dan Rumah Sunat Rufaidah Gowa inilah yang menjadi bagian dari Klinik Rufaidah miliknya.
Bagi Rahmatullah, semangat untuk mengubah diri menjadi lebih baik itu pasti ada di setiap orang. Ia lalu berpesan kepada banyak orang, khususnya para perawat untuk senantiasa mengubah mindsetnya bahwa untuk sukses itu tidaklah sulit.
“Buat semua orang, khususnya para perawat seperti saya, coba kita lihat sekitar kita. Ataukah mulai pulang kampung dan mendirikan rumah klinik keperawatan. Itu akan sangat bermanfaat tentunya. Jangan jadi tenaga sukarela. Cobalah jadi tenaga mandiri,” ucapnya sarat makna. (*/nug/b)
Uang Jajan Dibatasi, Rintis Usaha Kecil-kecilan
×

