MAKASSAR, BKM — Dalam dua hari terakhir, sebuah video yang diunggah di media sosial Facebook telah memunculkan kegaduhan. Penyebabnya, karena menyoroti pelaksanaan pembangunan sejumlah megaproyek di Sulawesi Selatan.
Video yang diindikasikan dibuat oleh tim Nurdin Abdullah (NA) dan sudah menyebar luas di dunia maya itupun memantik beragam tanggapan. Tak terkecuali dua petinggi di provinsi ini. Masing-masing Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang.
Bahkan, Syahrul yang sudah dua periode memimpin Sulsel cukup tersinggung dengan isi video tersebut. ”Kalau dia (NA) cerdas, tentu tidak akan melakukan hal seperti itu (di video),” cetus SYL ketika baru keluar dari ruang rapat paripurna DPRD Sulsel, Selasa (18/7). Giginya terdengar gemeretak.
Bahkan begitu kesalnya, mantan bupati Gowa dua periode inipun mengajak BKM untuk melihat hasil pembangunan di Kota Makassar melalui kaca jendela yang ada di lantai III gedung dewan.
Gedung DPRD Sulsel. “Coba kamu lihat gedung itu. Gedung itu, serta gedung yang di sana. Apa sudah ada sejak lima tahun lalu,” ucap SYL sambil menunjuk tiga bangunan gedung megah yang terlihat jelas dari jendela kaca gedung legislatif.
Sebelumnya, Agus juga melontarkan sindirannya kepada NA yang berkaitan dengan alokasi dana APBN serta APBD yang digunakan Pemprov Sulsel dalam membangun daerah. Tak hanya itu, Agus yang pernah tercatat sebagai ketua DPRD Sulsel juga mengkritik NA soal investasi. Termasuk kegagalan NA dalam membangun smelter di Kabupaten Bantaeng.
Agus yang berada di samping SYL, kemarin tak luput melontarkan kekecewaannya terhadap bupati Bantaeng dua periode itu. “Saya bicara atas nama pemerintah provinsi. Apa yang disampaikan dia (NA) bertentangan dengan realitas yang ada,” jelas Agus.
Meski tidak menyebut nama yang dimaksud, wakil gubernur dua periode ini mengaku tidak elok kalau dirinya yang berkomentar. “Janganmi saya yang mengomentari lagi. Tidak elok. Masa’ saya diperhadap-hadapkan dengan seorang penyamun,” ucap Agus, tanpa menyebut siapa dan apa yang dimaksudkannya dengan kata penyamun.
Ketika ditanya, apakah pernyataan NA sebagai permulaan perang terbuka antara bakal calon gubernur, lagi-lagi Agus yang juga Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sulsel ini menepisnya. “Tidaklah. Masa’ hanya soal pernyataan seseorang disebut perang terbuka. Masalah kecilji ini,” pungkas mantan sekretaris Partai Golkar Sulsel di era kepemimpinan HM Amin Syam ini.
Bunyamin Arsyad, Staf Khusus Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, melalui telepon selular malam tadi, menegaskan bahwa tidak ada satu daerah ataupun pihak yang didiskreditkan melalui video tersebut.
”Isi video yang dibuat anak-anak kreatif itu sama sekali tidak mendiskreditkan siapapun. Hanya memperlihatkan pembangunan yang tengah berlangsung, dan nantinya akan dilanjutkan oleh gubernur terpilih. Kalau Pak Nurdin Abdullah yang terpilih, tentu dia yang akan melanjutkannya,” kata Bunyamin.
Soal smelter yang disoroti Agus, Bunyamin meminta agar tidak disamakan dengan pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Sulsel. Karena smelter tersebut tidak menggunakan uang negara. Melainkan oleh swasta, sehingga tidak dipertanggungjawabkan kepada negara.
Film pendek karya relawan muda kreatif yang viral itu berdurasi 25,55 detik. Isinya mengisahkan berbagai persoalan pembangunan Sulsel. Namun disebutkan pula, menghadirkan secercah harapan baru dari Kabupaten Bantaeng.
Pengambilan gambar dilakukan di proyek layang Maros-Bone, proyek kereta api trans Sulawesi, pasar terbengkalai di Kabupaten Pangkep dan proyek stadion Barombong, Makassar. (rif)
SYL: Kalau Cerdas, tak Mungkin Dia Lakukan Itu
×

