MAKASSAR, BKM — Dua bupati yang telah dua periode memimpin daerahnya masing-masing, mewacana untuk dipaketkan dalam pemilihan gubernur (pilgub) mendatang. Mereka adalah Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA) dan Bupati Sidrap Rusdi Masse (RMS).
Bergulirnya wacana paket ini mencuat setelah adanya keinginan dari sejumlah elit Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem. RMS yang tak lain adalah ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulsel didorong untuk tetap menjadi peserta di pilgub mendatang.
Hal itu mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Salah satunya Ahmad Tanribali Lamo yang selama ini sudah tersosialisasi untuk berpasangan dengan NA jelang pilgub Sulsel mendatang.
Mantan Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel yang akrab disebut TBL ini bahkan masih yakin komitmennya yang telah terbangun dengan NA untuk tetap bersama. “Iye, itu baru wacana. Tapi kami yakin dengan komitmen kita masing-masing,” tulis Tanribali via WhatsApp, Senin (24/7).
Dosen politik dari Unibos 45, Arief Wicaksono mengakui ada wacana yang berkembang untuk memasangkan NA-RMS. Oleh karena itu, DPP Nasdem mencabut kewenangan RMS untuk menentukan cagub di pilgub Sulsel 2018. Langkah itu sebagai sebuah strategi untuk dapat secara lebih leluasa menentukan sikap, ketimbang identik dengan pergerakan salah satu calon.
“Saya sudah mencermati dan mengambil kesimpulan sementara, bahwa masalah RMS ini memang akan ada pada struktural partainya. Karena secara kultural sudah terlanjur dekat dengan salah satu calon. Nah, kondisi yang sudah agak leluasa inilah yang akan membuat DPP bisa memberi arah kepada RMS, apakah dia maju 01 atau 02, dengan figur-figur lain yang sudah kuat dan bulat untuk maju. Termasuk dengan NA,” ujar Arief.
Kemungkinan lain, tambahnya, bahwa jika RMS dipandang belum cukup kuat untuk maju 01 atau 02, maka DPP Nasdem akan memberi arahan. Di mana atau kepada siapa pasangan calon yang nantinya berpeluang menang, rekomendasi partai akan diberikan.
Wakil Ketua DPW Nasdem Sulsel, M Rajab yang dimintai komentarnya soal wacana paket NA-RMS, mengaku bila apa yang menjadi keinginan DPP, selaku kader tentu akan siap menjalankannnya.
“Sebagai kader, kalau DPP yang memutuskan, maka setiap kader harus menjalankannya,” ujar Rajab yang tak lain adalah juru bicara DPW Nasdem Sulsel ini.
Hanya saja, baik NA maupun RMS yang dimintai tanggapannya soal wacana tersebut tidak memberikan komentar. (rif)
NA Paket RMS, TBL: Itu Baru Wacana
×

