MAKASSAR, BKM — Sepandai-pandainya tupai meloncat pasti akan jatuh juga. Seperti itulah Rayfan Lee alias Tuntar.
Setelah setahun lamanya buron dan dalam pengejaran, ia bertekuk lutut di hadapan tim Resmob Polda Sulsel bersama Resmob Polsek Ujung Tanah. Dipimpin langsung Kapolsek Ujung Tanah dan Kanit Reskrim Iptu Irfan, Rayfan berhasil dilumpuhkan.
Ia diketahui tengah bersembunyi di Desa Pala’lakan, Kecamatan Galesong. Petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi. Benar saja, sang buron tengah berada di sebuah rumah.
Proses penangkapan berlangsung dramatis. Petugas kepolisian menggedor-gedor pintu rumah. Petugas meminta tersangka untuk menyerahkan diri, sebelum diambil tindakan tegas.
Tersangka kemudian membuka pintu. Melihat petugas yang datang mengepungnya, ia tak mau menyerah. Malah mengambil langkah seribu dan sempat menabrak seorang polisi.
Saat itu tersangka terjatuh. Polisi memintanya untuk berhenti. Kapolsek Ujung Tanah, Amirullah Suaeb memerintahkan personelnya untuk segera memborgol tersangka.
Namun, lagi-lagi Rayfan mencoba untuk kabur dan berlari. Langkah persuasif masih dilakukan petugas. Tiga kali tembakan ke udara dilepaskan. Tapi tersangka tak jua berhenti.
Tindakan tegas pun diambil polisi. Kedua kaki tersangka menjadi sasaran bidikan. Tiga butir peluru akhirnya bersarang, dan Rayhan pun tumbang.
Dia kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis, Senin (24/7) sekitar pukul 02.00 Wita. Setelah itu digiring ke Mapolsek Ujung Tanah untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dihadapan polisi, tersangka mengakui jika dirinya merupakan eksekutor dari kejahatan yang dilakukannya bersama dua rekannya. Mereka bersama-sama melakukan pembobolan di sebuah counter di Jalan Cakalang dan SPBU Wajo.
”Saya ditemani dua orang teman. Waktu di SPBU Wajo, kami mengambil uang Rp300 juta,” terang Rayfan.
Ia menyebut dua nama rekannya. Masing-masing Aspar alias Pao, warga Jalan Bolu, dan Asmuri alias Unyil, tinggal di Jalan Barukang.
Selain di SPBU, Rayfan mengaku melakukan pencurian di sebuah counter dengan cara merusak gemboknya. Setelah gembok counter terbuka, Rayfan bersama dua temannya mengambil barang yang ada di dalamnya.
Yakni satu unit laptop merek Acer. 50 unit headseat. Dua unit HP merek Nokia. Satu unit HP merek Samsung lipat. Lima unit power bank. 1.000 lembar kartu perdana. Enam unit HP tablet. Tiga unit HP merek Samsung. Satu unit HP merek Vivo dan satu HP Mito.
Kapolsek Ujung Tanah, Kompol Amirullah Suaeb mengatakan, satu dari tiga tersangka terpaksa dilumpuhkan lantaran mencoba melarikan diri.
“Tiga kali kami berikan tembakan peringatan saat dikepung, tapi tersangka tak menghiraukannya. Terpaksa dilumpuhkan pada bagian kaki. Sementara dua rekannya kami amankan satu jam sebelum Rayfan kami tangkap,” jelas Amirullah.
Ada dua laporan yang diterima polisi terkait aksi ketiganya. Rayfan tertangkap dari pengakuan Unyil. Dia menyebut Rayfan merupakan eksekutor dalam pembobolan di dua titik lokasi tersebut. (ish-jul/rus)
Tiga Peluru Bersarang di Kaki Pembobol Counter dan SPBU
×

