MAKASSAR, BKM — Dukungan partai politik pada beberapa bakal calon gubernur Sulsel sangat berpotensi akan putar haluan. Apalagi jika elit partai di Jakarta ikut memberikan arah dukungan partai politik kepada bakal calon tertentu.
Di tengah perubahan konstalasi ini, koalisi besar partai politik pun kini diprediksi bakal mengarah ke bakal calon gubernur Nurdin Abdullah (NA), setelah mendapat sejumlah masukan maupun pertimbangan dari pihak istana. Bahkan koalisi ini kabarnya akan dimotori oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan Romahurmudzi. Tak hanya itu, PPP kemungkinan akan didukung Partai Hanura, Nasdem serta PDIP.
Wakil Ketua umum DPP PPP HM Amir Uskara yang dimintai tanggapannya soal wacana koalisi besar yang mengarah ke NA, mengkau bila semua kemungkinan itu dapat terjadi. Sepanjang ada dukungan dari semua tingkatan di parrtai. “Semua kemungkingan tersebut bisa terjadi, sepanjang dukungan tersebut solid,” jelas Amir, Rabu malam (26/7).
Amir yang juga anggota DPR RI ini, menegaskan bila dalam waktu dekat DPP akan mengeluarkan dukungan. “Mungkin rekomendasi kepada salah satu kandidat yang sudah diajukan DPW PPP Sulsel,” ujar Amir.
Soal adanya kesan bila DPW PPP tidak sejalan dengan sejumlah elit DPP PPP, Amir yang juga mantan ketua DPW PPP Sulsel menepisnya. “Kan memang SK itu domainnya DPP. Jadi tidak bisa DPW memaksakan kehendaknya,” terangnya.
Menurut Amir, ada tiga hal yang menjadi pertimbangan PPP dalam memberikan ”Pertama, melihat proses politik yang ada selama ini. Kedua, seberapa besar peluang menang di kontestasi pilgub sekalipun bisa berkomitmen dengan masyarakat. Dan ketiga, yakni bagaimana membangun komitmen kepartaian tentu mendengarkan masukan dari teman-teman yang ada di wilayah,” ucap mantan ketua Fraksi PPP DPRD Sulsel ini.
Ketua DPD PDIP Sulsel Andi Ridwan Wittiri, mengemukakan bila apapun yang menjadi keputusan DPP, maka semua pengurus dan kader tentu akan mematuhinya.
Terpisah, Wakil Ketua DPW Nasdem Sulsel M Rajab menilai hal tersebut masih sebatas wacana. Meski demikian, Nasdem di daerah juga akan menunggu apa yang menjadi keinginan dan keputusan dari DPP terkait pilgub Sulsel.
“Keputusannya saat ini berada di DPP, sehingga apapun ayng diputuskan DPP, semua kader tentu akan menjalankannya,” jelas Rajab yang juga legislator Sulsel ini.
Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sulsel Affandi Agusman Arif, mengemukakan bila sampai saat ini DPD Partai Hanura Sulsel masih berfokus kepada tahapan pendaftaran bakal calon guberrun. “Belum sampai pada membicarakan wacana koalisi besar,” ujarnya, kemarin. Staf khusus Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bunyamin Arsyad mengemukakan, NA tetap mengikuti arus politik yang terjadi di Sulsel. “Saya sebagai staf khusus Nurfin Abdullah tidak berbicara tentang wacana. NA selalu berbicara realistis. Karena itu, sebagai staf khusus dan tim media NA selalu berbicara realistis,” tandasnya.
Menurut Bunyamin, NA mengikuti tahapan prosedur yang terjadi di arus politik. “NA sekarang masih dan terus kosentrasi membangun Bantaeng sampai akhir masa jabatannya Agustus 2018. Dalam kaitannya keikutsertaan dalam politik di Sulsel, NA telah mendaftar di PBB, PDI Perjuangan, PPP, mengambil formulir di Hanura, dan Partai Demokrat. NA mendaftar di lima partai itu, karena baru partai-partai itulah yang membuka pendaftaran,”jelasnya. (rif)
Konstalasi Berubah, Koalisi Besar Mengarah ke NA
×

