pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Taat Berbahasa Indonesia, Tahu Bahasa Asing

RAIHAN sebuah prestasi akan memberi dampak yang cukup besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena prestasi sesungguhnya adalah bermanfaatnya sesuatu yang dihasilkan.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

EFEK yang kerap dirasakan oleh orang-orang berprestasi sebenarnya bukan karena simbol penghargaan yang didapatkannya. Karena mereka meraihnya dengan kerja keras. Sementara tidak semua orang mampu bekerja keras guna meraih sesuatu.
Padahal, kerja keras tersebut akan membentuk kebiasaan positif bagi seseorang. Kebiasaan positif inilah yang akan memperbaiki citra dirinya di masyarakat. Bahkan memperbaiki motivasi hidupnya.
Sambil duduk di sofa lobi Balai Bahasa Provinsi Sulsel Jalan Sultan Alauddin, Dyah terus saja bercerita mengenai awal mula ia mengenal duta bahasa, sampai berbagai efek yang didapatkannya pascamendapat predikat tersebut.
Anak pertama dari empat bersaudara ini awalnya mengetahui pemilihan duta bahasa melalui temannya yang menyebarkan informasi melalui media sosial. Karena secara kebetulan ia juga alumni di Jurusan Sastra Inggris UIN, Dyah pun tertarik. Akhirnya ia mulai mencari berbagai informasi mengenai duta bahasa tersebut melalui teman-temannya dan internet.
Dyah pun mulai mendaftar, bersaing dengan ratusan peserta lainnya dari seluruh Sulsel dan Sulbar. Awalnya Dyah juga sedikit tidak percaya diri mengikutinya. Apalagi ia harus berhadapan dengan berbagai juri yang sangat kompetebel di bidangnya masing-masing. “Jurinya saat itu ada doktor di bidang bahasa. Terus ada juga yang ahli di bidang sastra yang memang berkecimpung di dunia bahasa,” kenangnya.
Namun, setelah melalui berbagai tahap seleksi yang begitu kompetitif, akhirnya Dyah berhasil menjadi Duta Bahasa Sulselbar 2016. “Tidak pernah menyangka bisa terpilih. Awalnya saya berpikir apa yang harus saya lakukan. Karena sebelumnya saya belum pernah dengar dari senior-senior. Ini juga merupakan pengalaman pertama jadi duta. Jadi beban menjadi duta sangat terasa sekali,” terang Dyah.
Menyandang predikat duta bahasa mendatangkan efek tersendiri bagi Dyah. Usai mengikuti ajang pemilihan tersebut, ia kemudian banyak mengetahui padanan-padanan kata yang sebenarnya masih sangat awam untuk diketahui oleh generasi muda.
Selain itu, Dyah juga banyak tahu tentang sumber di mana harus mencari kosakata. Sekaligus menjadi insan yang taat berbahasa Indonesia.
Bahkan lebih dari itu, ia lalu bersemangat untuk membimbing orang-orang sekitarnya memberikan ilmu baru tentang bahasa. Juga memberi dorongan menjadikan seseorang berwawasan internasional.
”Tidak lupa bahasa daerah, mengutamakan bahasa Indonesia dan tahu bahasa asing, itu intinya,” kata Dyah.
Hal itu sesuai dengan latar belakang Dyah. Jebolan sastra Inggris, tidak lupa bahasa daerahnya, serta mampu berbahasa asing.
Sekadar informasi, proses untuk pemilihan Duta Bahasa Provinsi Sulsel tahun 2017 kini tengah berlangsung.
Dyah berharap, pemilihan duta bahasa selanjutnya maupun untuk kinerja duta bahasa, agar ini bukan sekadar jadi ajang pemilihan semata. “Jangan hanya dijadikan untuk mencari prestise. Atau untuk tambah kredit. Tapi poin pentingnya adalah apa yang akan kita lakukan untuk orang-orang sekitar,” kuncinya. (*/rus/b)



×


Taat Berbahasa Indonesia, Tahu Bahasa Asing

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar