MAKASSAR, BKM — Usaha Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk menggiring perhatian pusat agar menjadikan Sulawesi Selatan sebagai ibukota negara tidak surut.
Jika pada saat kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Makassar, Rabu (12/7) lalu Syahrul tak berani menyampaikan keinginan secara langsung, kali ini usulan tersebut secara terang-terangan disampaikan di depan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).
Ketika memberi sambutan saat Wapres JK berkunjung ke Universitas Muhammadiyah, Jumat (28/7), dihadapan JK dan ribuan orang yang ada, Syahrul berani membeber alasan kenapa Sulsel bisa menjadi ibu kota negara. Selain karena letaknya yang berada di tengah, saat ini Makassar sudah didukung infrastruktur yang memadai.
“Kami siap untuk jadi ibu kota negara. Konektivitas laut dan lainnya sangat lengkap. Apa yang dicari di Kalimantan, di sini ada semua. Karena kalau di Makassar sudah pasti ada semua,” jelasnya saat memberi sambutan pada peringatan Milad ke-54 Unismuh yang disambut tepuk tangan gemuruh para hadirin.
Dari segi sarana dan prasarana, Syahrul mengungkapkan infrasfruktur di Sulsel cukup kuat. Mulai jalan, bandar udara, pelabuhan, dan saat ini sementara dirintis kereta api trans Sulawesi.
Faktor lain yang menjadi alasan ibu kota sangat tepat dipindahkan ke Sulsel, karena daerah ini bebas dari tsunami dan tidak ada gunung api aktif.
“Kalau ditakutkan bencana alam, bukan cuma di Kalimantan, di sini sampai 200 tahun juga tak ada ancaman itu. Oleh karena itu, yang paling tepat agar biayanya jangan lagi mulai dari nol, ya di sini,” lanjutnya.
Beberapa waktu lalu, Syahrul mengaku kapan saja siap disupervisi Bappenas untuk mengerahui layak tidaknya Sulsel menjadi ibu kota negara.
Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan usulan tersebut boleh-boleh saja. Meski saat ini wacana pemindahan ibu kota masih dalam kajian, namun menurutnya, setiap daerah layak untuk mengajukan diri.
Dia menambahkan, sebelumnya sudah ada tiga provinsi yang mengusulkan untuk menjadi ibu kota negara. Jika Sulsel juga mengajukan diri, berarti sudah empat provinsi.
“Jadi sudah empat provinsi ini. Boleh saja. Walaupun pemindahan itu baru dikaji,” kata Wapres.
Saat ini ada tiga provinsi yang menjadi nominasi dan dalam kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Daerah itu ada di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). (rhm/rus)
SYL Berani di Depan JK
×

