pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Khusus Membimbing Siswa yang akan Ikut Olimpiade

TERKADANG, prestasi terlihat ketika seseorang mendapat sebuah penghargaan. Namun nyatanya, menjadi orang yang membuat orang lain mendapat penghargaan juga merupakan sebuah prestise. Karena kemampuan seperti ini tidak semua orang memilikinya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

DALAM membimbing seseorang, ternyata dibutuhkan skill yang mendalam. Sebab tidak semua orang yang dibimbing memiliki karakter yang sama.
Metode pembimbinganpun harus disesuaikan dengan karakter dan tujuan orang tersebut. Jika salah metode, bukannya orang yang dibimbing akan meraih prestasi, namun malah sebaliknya.
Hal itu disadari betul oleh Muhtar, salah satu mentor matematika di Lembaga Bimbingan Belajar Ranu Prima College (Bimbel RPC). Selama ini ia khusus mengajar siswa bimbingan yang akan mengikuti ajang olimpiade. Dengan metodenya, tahun ini salah satu siswa bimbingannya berhasil mendapatkan emas di ajang olimpiade internasional yang diadakan di Singapura. Luar biasa.
Muhtar lahir dan dibesarkan di Kabupaten Barru. Pria 42 tahun ini adalah putra dari ayah bernama Dolom (almarhum) dan ibundanya Hajar. Ia merupakan alumni di Jurusan Matematika di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Saat BKM menyambangi tempatnya membimbing, suasana modern tampak di sana. Bahan pembelajarannya bukan menggunakan buku, melainkan dengan HP tablet. Papan tulis kaca terlihat besar di tempat tersebut. Namun siswanya lebih sering menggunakan layar televisi untuk materi pembelajaran.
Suasananyapun cukup tenang. Di tengah tempat bimbingan terdapat taman yang biasa digunakan oleh para siswa bersantai jika selesai pelajaran.
Namun yang tak kalah unik adalah metode pembelajaran yang diterapkan oleh Muhtar. Pria yang masih berstatus lajang ini tak pernah memaksakan para siswanya belajar dengan keras.
Ia senantiasa membuat siswanya belajar dengan santai. Disadari olehnya bahwa proses pembelajaran yan dilakukan dengan tekanan, maka hasilnya tak akan maksimal.
Maklum saja, sebagian besar anak bimbingannya adalah pelahar Sekolah Dasar (SD). Siswanyapun hanya berjumlah lima orang.
“Saya membimbing khusus bagi anak yang mau mengikuti olimpiade. Ya, jelas saja pasti tidak banyak. Di sini saya benar-benar membimbing mereka supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” jelas Muhtar.
Sebagian mentor mungkin saja selalu meminta para siswa mengerjakan soal. Hal ini dianggap bisa membiasakan para siswa.
Namun Muhtar justru memiliki metode yang berbeda. Ia percaya jika para siswa tidak diajarkan mulai dari konsep dasar pembelajaran, maka pembiasaan mengenai soal akan sia-sia. Untuk itu ia selalu mengajarkan konsep soal tersebut dari pengetahuan awal asal muasal soal.
Bukan buku yang menjadi patokan dasarnya, melainkan tablet. Ia merasa dengan menggunakan tablet maka siswa akan lebih banyak mendapatkan reverensi. “Siswa saya menggunakan tablet. Keunggulannya, referensi bisa disapatkan dengan mudah dan cepat,” kata Muhtar.
Selain itu, ia juga selalu mengunakan kurikulum yang berbeda dengan yang didapatkan siswa jika di sekolah. Alasannya, karena dalam setiap olimpiade yang diikuti para siswa, soal yang didapatkannya biasa melampaui yang diajarkan disekolahnya. Hal inilah yang membuat Muhtar mengambil metode berbeda.
Hasilnya sangat terlihat jelas. Salah satu siswanya saat ini yang bernama Andi Pangeran Maulana berhasil mendapatkan emas dalam olimpiade matematika tingkat Internasional di Singapura.
Siswa kelas 6 SD Islam Athirah ini berhasil menjadi salah satu siswa yang mengharumkan nama Indonesia di ajang olimpiade tersebut. Sebelum dibimbing oleh Muhtar, anak ini bahkan tidak berhasil lolos di ajang yang sama di tahun sebelumnya. (*/rus/b)



×


Khusus Membimbing Siswa yang akan Ikut Olimpiade

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar