MAKASSAR, BKM — Satu lagi pelaku begal sadis diringkus tim Operasi Sikat Lipu 2017 Polda Sulsel. Namanya Ansar bin Andika Dg Nyambang alias Ansar alias Imran. Warga Jalan Sukamana, Kelurahan Sinrijala, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Ia diamankan tim khusus yang dipimpin Iptu Alexander Bura, setelah cukup lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ansar ditangkap saat berada di depan rumah makan Mie Aceh Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (17/8) pukul 19.00 Wita.
Penangkapan berawal ketika tim khusus menerima informasi keberadaan Imran di depan RM Mie Aceh. Polisi kemudian bergerak ke lokasi dan menyergapnya. Saat itu ia tengah mengatur parkiran motor yang merupakan pekerjaannya. Selanjutnya, digiring ke Mapolsek Panakkukang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada polisi yang memeriksanya, tersangka mengakui perbuatannya. Ia kerap melakukan aksi begalnya di wilayah Makassar.
”Ada 19 titik saya pernah tempati melakukan begal, Pak. Kadang sendiri. Biasa juga dengan enam orang teman saya,” aku Imran.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, membenarkan penangkapan tersangka begal ini. ”Sudah lama dia melakukan aksinya. Sejak tahun 2015. Dari pengakuannya, ada 19 titik lokasi aksinya. Tersangka biasanya beraksi sendirian. Tapi ada juga yang ditemani enam rekannya. Dua dari enam temannya itu sudah lebih dulu ditahan ri rutan Makassar,” jelas Dicky, Jumat (18/8).
Tim khusus polda, lanjut Dicky, masih melakukan pengembangan terhadap tersangka. Empat rekannya yang lain, masing-masing DN, AD, IN dan NR kini masih dalam pengejaran.
19 titik yang pernah ditempati beraksi, yakni pencurian di Jalan Kesadaran. Di sini tersangka menodong korban menggunakan parang serta busur. Ia bersama dua rekannya, Epy dan Jery yang kini sudah mendekam di dalam sejak Desember 2016 lalu.
Di Jalan Veteran, tepatnya di lampu merah Jalan Kerung-kerung, pada bulan Mei 2017 tersangka berhasil menjambret tas warna hitam berisi HP merek Oppo
Di Jalan AP Petta Rani dekat MCD sekitar bulan Juni 2017, tersangka berhasil menjambret tas korban yang disimpan di bagian tengah motor. Isinya dompet warna merah dan HP merek Mito.
Di Jalan Racing Center dekat Pertamina sekitar bulan Juli 2017, tersangka berhasil mengambil HP Venera warna hitam abu-abu. Korbannya seorang bocah yang tengah mengendarai sepeda motor. HP tersebut kemudian dijual seharga Rp 150 ribu.
Selanjutnya di Jalan Baiturrahman pada bulan Juli 2017, tersangka berhasil mengambil HP merk Samsung J5 warna hitam. Korban yang seorang perempuan ditodong ketika sedang duduk di depan rumahnya. Tersangka ditemani rekannya bernama Danu (22), warga Pampang I, Kecamatan Panakkukang.
Di Jalan Dg Regge pada bulan Juni 2017, tersangka mengambil barang korban berupa HP merek Oppo warna abu-abu. Tersangka ditemani rekannya bernama Adi yang masih buron.
Di Jalan Pattunuang, tepatnya di pinggir kanal pada bulan Mei 2017, tersangka menjambret HP merk Smartfren warna abu-abu hitam. Saat itu korban sedang berboncengan.
Di BTN Hamsy Jalan Perintis Kemerdekaan sekitar bulan Maret 2016, tersangka berama rekannya bernama Iqbal yang masih berstatus DPO, mengambil HP iPad warna putih. Korban ditodong menggunakan busur dan anak panah.
Selanjutnya di Jalan Urip Sumoharjo, depan Taman Makam Pahlawan pada bulan Desember 2016. Tersangka berhasil mengambil HP Samsung Galaxy Young dengan cara menodong korban menggunakan busur dan anak panah.
Di lokasi yang sama dan pada bulan yang sama pula, berhasil mengambil HP Samsung Galaxy dan tas warna hitam. Lagi-lagi korban ditodong menggunakan busur dan anak panah.
Dekat flyover pada bulan Maret 2016, tersangka berhasil mengambil HP Evercroos warna hitam. Saat itu korban berboncengan sedang memainkan HP di atas motor.
Kemudian di dalam Kampus Unhas pada bulan Maret 2016, dekat pos satpam tersangka berhasil mengambil Iphone 4 warna hitam. Korban saat itu berbonceng tiga sedang memainkan HP di atas kendaraannya.
Di BTN Antara , tepatnya di lorong pertama sebelah kanan, pada bulan Maret 2016 tersangka menjambret tas berisi HP Samsung warna putih dan dompet. Saat itu korban tengah berjalan kaki.
Di Jalan Racing Center, tepatnya samping kanal perumahan UMI, tersangka berhasil mengambil sebuah sepeda merk Polygon warna hitam. Tersangka ditemani oleh rekannya yang masih buron bernama Isna. Sepeda itu masih dikuasai oleh Isna.
Di BTN Antara pada tahun 2016, tersangka berhasil mengambil Iphone 5 warna putih. Korban seorang ibu rumah tangga yang sedang membonceng anaknya. Tersangka melihat korban memainkan HP selanjutnya merampas HP tersebut.
Di Jalan Alauddin, tepatnya di depan pertamina Talasalapang sekitar bulan Juli 2016 berhasil mengambil HP merek Lenovo warna abu-abu. Tersangka melihat korban bermain HP dan langsung merampasnya.
Kemudian di dalam Kampus Unhas, tepatnya di pintu 1 arah keluar sekitar bulan Oktober 2015, tersangka menjambret korbannya yang sedang duduk. HP merk Smarfreen warna kuning berhasil dibawa kabur oleh tersangka.
Di poros Jalan Moncongloe, dekat BTN Asabri pada bulan September 2015, tersangka bersama rekannya Nuari yang juga masih buron, merampas HP merek Advan. Korban saat itu ditodong oleh pelaku.
Di BTN Antara pada tahun 2015, tersangka merampas HP merk Asus warna coklat yang disimpan oleh korban di kantung kap motornya saat memarkir motornya di depan rumah. (ish/rus)
Dalang Begal Sadis Beraksi di 19 Titik
×

