BARRU, BKM — Tersangka kasus penusukan kakak kandung hingga tewas, Dedy (50) terpaksa dibawa ke RS Dadi Makassar, Senin (21/8). Ia diduga mengidap penyakit jiwa.
Sebelum ke Makassar, warga Dusun Kupa, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi itu terlebih dahulu diantar oleh penyidik kepolisian ke rumah sakit setempat. Dedy diberikan suntikan obat penenang.
Saat dibawa menuju mobil Toyota Avanza di depan UGD, terlihat tangan Dedy diborgol. Ia ditemani Kanitres Polsek Mallusetasi Aiptu Zubair, bersama tiga anggota polisi lainnya.
BKM mencoba mewawancarai Dedy. Namun dia lebih banyak terdiam. Pandangannya menerawang. Tidak menggubris pertanyaan yang diajukan kepadanya. Sesekali ia mengisap dalam-dalam rokok dari jepitan jari kemarinya yang terborgol.
Terhitung hanya dua kalimat yang meluncur dari mulutnya, meski dengan suara pelan. ”Ekka duaka nagasa alekkekku. De’namate La Muis tu,” ujarnya dalam bahasa Bugis. Artinya kurang lebih; dua kali dia pukul pundakku. Tidak mati itu Muis.
Usai berbicara, kembali tatapan Dedy menerawang. Penyidik memberinya kesempatan untuk merokok supaya lebih gampang diajak berkomunikasi.
Kanitres Polsek Mallusetasi Aiptu Zubair tak menampik jika ada kecenderungan Dedy memiliki riwayat gangguan jiwa. Dia lalu memperlihatkan rekomendasi RS Dadi, Makassar yang ditujukan ke Puskesmas Mallusetasi bahwa Dedy pasien rumah sakit jiwa yang dipulangkan dan bisa rawat jalan.
“Surat riwayat gangguan kejiwaan diterbitkan RS Dadi tahun 2006,” kata Zubair.
Menurut Aiptu Zubair, Dedy juga pernah menikam kakaknya Muis saat baru keluar dari RS Dadi,. Namun, ketika itu korban hanya mengalami luka lecet.
Peristiwa yang membuat Muis meregang nyawa, karena jengkel terhadap Dedy yang memotong-motong sendalnya, sehingga pelaku dipukul balok bagian punggungnya. “Makanya si Dedy yang memegang besi runcing langsung menusuk dada kakaknya hingga tembus jantung dan menewaskan Muis,” jelas Zubair lagi.
Sebelum terjadi penusukan ini, salah seorang saudara korban bernama Rina, seperti ditirukan Kanitres Polsek Mallusetasi, sudah mengingatkan korban agar tidak usah mempermasalahkan sendal yang dirusak Dedy. “Apalagi Dedy orang sakit dan harga sendal cuma seberapa,” ujar Zubair menirukan pengakuan saudara korban dan pelaku. (udi/rus/b)
Pembunuh Kakak Kandung Dirujuk ke RS Dadi
×

