pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

P2TM Garap Film Bertema Pembauran “Ati Raja”

MAKASSAR, BKM — Dunia perfilman Indonesia akan kembali diramaikan dengan hadirnya film lokal dari Makassar, Sulawesi Selatan bertajuk “Ati Raja”. Film ini mengangkat tema pembauran, semangat nasionalisme, kecintaan pada tanah air, serta seni dan budaya.

Ati Raja digarap dan diproduksi oleh orang-orang kreatif dari daerah ini. Mulai pemain, sutradara, hingga eksekutif produser, melibatkan masyarakat lokal.
Sutradara film Ati Raja, Shaifuddin Bahrum, yang ditemui Rabu (23/8) menjelaskan, film ini merupakan perjalanan hidup atau biografi seorang seniman warga keturunan bernama Ho Eng Djie yang memiliki semangat nasionalisme tinggi. Dia mampu menghilangkan dan mengabaikan sekat antaretnis dengan karya-karyanya sebagai seorang pemusik, penyair, dan penyanyi yang bisa dinikmati berbagai kalangan.
Ati Raja menggambarkan kebesaran jiwa Ho Eng Djie untuk menjadi orang Indonesia seutuhnya.
“Berangkat dari itu, kami kemudian berdiskusi untuk mengangkat sosok Ho Eng Djie ke layar lebar. Idenya Januari tahun ini,” jelas Bahrum.
Salah seorang tokoh Tionghoa, Arwan Tjahjadi pun tertarik untuk terlibat dan menjadi eksekutif produser film ini.
Alasannya karena misi yang diemban sangat menarik karena membangkitkan semangat nasionalisme dan pembauran yang tidak memandang suku maupun ras.
“Ketika saya ditawari menjadi eksekutif produser, saya berpikir kenapa tidak. Ini merupakan salah satu jalan Tuhan untuk saya melibatkan diri,” jelasnya.
Mengambil lokasi syuting di beberapa daerah, seperti Gowa, Barru, dan Makassar, film ini digarap cukup singkat, sekitar 15 hari dari target 23 hari. Proses syuting secara keseluruhan sudah rampung dan tinggal memasuk tahapan pasca produksi hingga persiapan launching.
Awalnya, film ini direncanakan untuk tayang di bioskop sat Imlek. Namun karena proses produksi yang cukup lancar, kemungkinan tayangnya akan dipercepat.
“Kalau bisa akhir tahun atau Tahun Baru. Lebih cepat lebih baik lah,” ungkap Arwan.
Film ini menyasar penikmat film dari berbagai kalangan mulai anak muda hingga orang tua yang ingin bernostalgia.
Arwan mengklaim film ini akan menjadi film kolosal pertama yang diproduksi secara lokal karena melibatkan ratusan orang.
Selain akan tayang di tanah air, film yang diproduksi Persaudaraan Peranakan Tionghoa Makasar (P2TM) ini
rencananya juga akan ditayangkan di Malaysia dan Singapura.
Dua anak muda kreatif yang terlibat dalam film ini sebagai pemeran utama adalah Jennifer Tungka dan Bojan Chesya Tedjo Seputro. Film ini dibumbui kisah romansa, komedi, dan fighting.
Juga membawa misi mengekspose kebudayaan dan keindahan alam di Sulsel. (rhm)



×


P2TM Garap Film Bertema Pembauran “Ati Raja”

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar