pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mahasiswi Unhas Jadi Ketua RT Termuda

MAKASSAR, BKM — Pengalaman bukanlah tolok ukur untuk jadi pemimpin. Rasa percaya diri dan niat baik bisa menjadi bekal berharga untuk mencapainya.
Itulah yang diyakini oleh seorang Ummu Kherani. Di usinya yang baru menginjak 21 tahun, ia telah mendapat kepercayaan dari warganya untuk menjadi ketua rukun tetangga (RT). Bahkan tercatat sebagai ketua RT termuda di Kota Makassar.
Wanita berhijab ini lahir di Ujung Pandang, 6 September 1996. Tengah menempuh kuliah di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin (Unhas). Kini dipercaya menjabat sebagai ketua RT 02, RW 06 Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya. Terpilih dalam pemilihan ketua RT/RW serentak (pilkara) beberapa bulan lalu.
Sebagai ketua RT yang menjadi bagian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Ummu Kherani dituntut untuk menjadikan Makassar dua kali tambah baik. Ia tak memungkiri hal itu.
Karenanya, Ummu Kherani fokus memperhatikan program yang telah dicanangkan Pemkot Makassar dan direalisasikan di wilayahnya dengan menggerakkan para warga. Terkhusus sembilan indikator yang harus dijalankan bagi setiap ketua RT.
”Semua warga di wilayah tempat tinggal saya memiliki karakter yang baik, peduli, dan mempunyai kesadaran tinggi dan rasa kebersamaan. Sehingga tidak begitu sulit menggerakkan mereka untuk bekerja sama dan gotong royong menjaga lingkungan tempat tinggalnya. Dengan modal itu, kami yakin mampu menjadikan wilayah kami jauh lebih baik,” jelas Ummu, yang ditemui usai pengukuhan di Lapangan Karebosi, Minggu pagi (27/8).
Dalam pilkara yang digelar Pemkot Makassar, putri dari Nur Jannah ini bersaing dengan dua kandidat lain yang sama-sama sebagai pendatang baru. Meski awalnya sempat minder karena belum memiliki pengalaman, Ummu kemudian optimistis mampu mendapat suara terbanyak demi membuat perubahan baik lingkungan dan wilayahnya. Juga membuat warga lebih mencintai lingkungan, seperti tujuannya menjadi ketua RT.
“Saya mau belajar jadi pemimpin. Cita-cita saya memang ingin menjadi seorang pemimpin. Saya mendapat dukungan dari kakek dan orang tua. Kakek saya dulunya ketua RT. Beliau mendukung saya menjadi ketua RT. Pesan beliau, kalau bukan sekarang, kapan lagi. Ini kesempatan saya mewujudkan cita-cita,” ujarnya.
Sejauh ini, aku Ummu, sembilan indikator semuanya telah terlaksana di wilayahnya. Itu semua berkat kerja sama semua warga.
“Inovasi tetap harus kita ciptakan, diluar dari menjalankan sembilan indikator yang sudah ada. Kalau wilayah kita baik, bukan hanya kita yang rasakan. Tapi semua orang. Juga dapat memberikan contoh ke wilayah lain,” terangnya.
Dalam pengukuhan kemarin, Ummu terpilih sebagai perwakilan ketua RT untuk menerima secara simbolis HP Android. Ia bersama H Sunu, perwakilan ketua tertua yang berusia 87 tahun dari Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Sangkarrang. Penyerahannya dilakukan langsung Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.
Selain wali kota, pengukuhan dihadiri Wakil Wali Kota Samsu Rizal serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ustaz Nur Maulana tampil memberikan tauziah di acara ini.
Data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, ada 4.973 ketua RT dan 996 ketua RW yang dikukuhkan. Sementara penasihat wali kota bidang RT dan RW sebanyak 3.819 orang. Sedang LPM kelurahan sebanyak 153 orang.
Hanya saja, banyak diantara mereka tidak hadir dalam pengukuhan yang sempat tertunda beberapa kali itu. Ada yang tidak datang karena tak menerima undangan. Ada pula yang belum mendapatkan seragam untuk dipakai di acara pengukuhan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Danny menegaskan alasan pengukuhan secara serentak ini dilaksanakan usai salat subuh berjamaah. Hal tersebut, kata dia, untuk melihat semangat dari para ketua RT dan RW serta ketua LPM. Sebab peran mereka sangat penting dalam membantu kinerja pemerintah kota dan melayani warga di wilayahnya.
“Orang bangun pagi juga dapat dilihat dan dikatakan sebagai orang rajin. Ketua RT dan RW sampai LPM harus memiliki semangat melayani warga dan membantu kerja Pemerintah Kota Makassar. Alasan lain memilih pelantikan usai salat subuh, karena gerakan salat subuh berjamaah sudah menjadi program pemerintah kota dan menjadi kebijakan dan kesepakatan semua masyarakat. Hari ini (kemarin) pelantikan bertepatan dengan waktu gerakan salat subuh sehingga pelantikan dilakukan usai salat subuh berjamaah,” terangnya.
Tentang masih ada yang tidak memiliki pakaian seragam, Danny mengakui hal itu. Karenanya dia meminta kecamatan melalui kelurahan membagikan Android Ketua RW dengan mempriotitaskan ketua RW yang tidak mendapat pakaian seragam.
“Kalau RT dan RW hampir semuanya hadir. Laporannya ada 98 persen yang hadir. Kalau seragam, semuanya punya. Tapi belum sampai di Makassar,” ujarnya.
Sebelum acara pelantikan diakhiri, ketua RT dan RW melalui perwakilan diminta naik di atas panggung menerima surat keputusan (SK), pin emas dan HP android.
Ditemui usai acara pengukuhan, Kepala BPM Kota Makassar Iskandar Lewa, berjanji tetap akan membagi seragam yang telah dijanjikan ke masing-masing kecamatan. Selanjutnya diteruskan kepada yang berhak menerimanya.
“Seragamnya sementara masih ada di bandara. Kalau sudah kita terima, pasti akan dibagikan. Bagi yang tidak hadir, kita berikan toleransi dan kita berpikir positif. Siapa tahu ada keperluan yang lebih penting. Karena kita sudah berikan undangan kepada semuanya,” terangnya. (arf/rus)




×


Mahasiswi Unhas Jadi Ketua RT Termuda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar