pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dendam dan Cemburu Picu Dua Kasus Pembunuhan

PANGKEP, BKM — Dua peristiwa pembunuhan terjadi dalam rentang waktu dua hari di Kabupaten Pangkep. Kejadian berlangsung di dua tempat berbeda, Jumat (1/9) dan Sabtu (2/9).
Yang pertama terjadi di Desa Alesipitto, Kecamatan Ma’rang, Jumat (1/9) sekitar pukul 18.05 Wita. Dua pemuda satu desa terlibat duel maut menjelang magrib.
Dalam kejadian ini, Kahar (27) menemui ajal di tempat kejadian. Ia ditikam beberapa kali oleh Syamsul Alam (21), di depan rumah pelaku Kampung Balangkatala.
Sementara Syamsul menderita luka parah pada bagian lengan dan dada kanan, lantaran lebih awal diparangi oleh korban. Ia pun harus mendapat perawatan intensif di RSUD Pangkep.
Kejadian bermula ketika Syamsul Alam baru saja pulang dari rumah temannya di Kampung Laleng Barue. Tiba-tiba ia dihadang oleh korban yang menenteng sebilah parang.
Ketika itu Syamsul berusaha melarikan diri dengan memacu motor yang dikendarainya menuju rumahnya, karena melihat korban bersama temannya sekitar 10 orang. Tetapi Kahar masih sempat mengayunkan sebilah parang hingga menyabet lengan kanan Syamsul.
Dalam keadaan terluka, Syamsul yang baru turun dari motornya ternyata tetap dikejar oleh Kahar yang membawa parang dan sebilah badik terhunus. Duel kedua pemuda inipun tak terhindarkan. Kahar kembali memarangi hingga melukai dada Syamsul.
Tapi Syamsul berhasil merebut badik dari tangan kanan Kahar. Senjata tajam itu kemudian digunakan untuk menikam korban berkali-kali, hingga akhirnya Kahar mengembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian.
Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Rudi Suprimin, membenarkan peristiwa tersebut. Satu orang tewas dan seorang lainnya terluka parah dan kini menjalani perawatan di RSUD Pangkep.
”Kasusnya masih dalam penyelidikan. Diduga dipicu dendam lama. Keduanya pernah terlibat perselihan sebelumnya. Untuk memastikannya, kita masih akan meminta keterangan dari saksi korban,” ujar AKP Rudi, kemarin.
Sehari setelah pembunuhan di Alesipitto, kejadian serupa berlangsung di Kampung Battiling, Desa Batara, Kecamatan Labbakkang, Sabtu (2/9) pukul 19.30 Wita. Saat itu dua orang pria saling kejar-kejaran menggunakan motor. Mereka melajukan kendaraannya dengan kencang.
Seorang pengendara yang dikejar dan belakangan diketahui bernama Jusman (37), singgah di depan sebuah warung. Kisrah (32), warga Kampung Palampang, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene berhasil mendapatkan orang yang diburunya.
Di depan warung milik seorang wanita bernama Hawang itu, keduanya terlibat cekcok. Kisrah yang tersulut emosinya langsung naik pitam. Dia lalu menghunus badik yang dibawanya.
Jusman memilih berlari untuk menyelamatkan diri. Dia masuk ke dalam warung.
Nahas bagi Jusman. Kisrah yang sudah gelap mata terus mengejarnya dengan menenteng sebilah badik.
Begitu Jusman berhasil terkejar, diapun menikamnya hingga akhirnya korban jatuh tersungkur tak berdaya. Aksi beringas Kisrah berhasil dihentikan setelah pemilik warung berteriak meminta tolong hingga mengundang perhatian warga. Usai melakukan aksinya, Kisrah pun melarikan diri.
Warga yang datang ke lokasi kejadian kemudian menghubungi aparat Polres Pangkep. Tidak lama berselang, petugas Polres Pangkep bersama personel Polsek Labbakkang tiba. Mereka langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Juga mengumpulan keterangan dari saksi-saksi.
Jusman dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Pangkep untuk mendapatkan perawatan medis. Tapi Tuhan berkehendak lain. Ia kehabisan darah dan tewas akibat sejumlah luka tikaman di sekujur tubuhnya. Seperti luka tusuk di dada kiri. Serta luka pada tangan kanan.
Penikaman yang berujung maut ini diduga karena pelaku menduga korban kerap mengganggu istrinya. Kecemburuan inilah yang memicu emosi Kisrah untuk menghabisi Djusman.
Menurut Kasat Reskrim Polres Pangkep AKP Rudy H Suprimin, korban Djusman ditemukan meninggal dunia tidak jauh dari rumahnya. “Korban meninggal dunia di TKP dengan luka robek di beberapa titik di tubuh. Dugaan sementara, kasus penikaman ini karena bermotif cemburu. Jarak rumah pelaku dengan rumah korban sekitar satu kilometer,” jelas Rudy.
Hanya dalam waktu beberapa jam, lanjut Rudy, pelaku bernama Kisrah berhasil diringkus tanpa perlawanan. Kisrah masih diperiksa secara intensif dan mengakui perbuatannya di depan penyidik, bahwa dia yang menikam Djusman beberapa kali di bagian tubuhnya.
Dari pengakuan Kisradi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, kata Kasat Reskrim, ia menyebut Djusman suka mengganggu istrinya. Mengetahui perilaku korban seperti itu, diapun membuat perhitungan dengan Djusman yang sudah mengganggu rumah tanggaku.
Rudy mengakui jika dua hari berturut-turut dalam suasanan lebaran Idul adha, dua kali terjadi peristiwa penikaman dan menyebabkan dua korban tewas.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin mengkonfirmasi kedua peristiwa berdarah tersebut. Ia mengaku pihaknya sudah mendapat laporan dari Polres Pangkep.
”Keduanya sudah ditangani Polres Pangkep. Dua orang meninggal dua, dan dua lainnya dirawat intensif di rumah sakit,” ujarnya. (udi-ish/rus/b)



×


Dendam dan Cemburu Picu Dua Kasus Pembunuhan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar