MAKASSAR, BKM — Upaya untuk mengurai kemacetan yang menjadi momok warga Makassar, terus dilakukan. Teranyar adalah kepastian pembangunan tol layang dalam kota.
Petta Rani Toll Road Makassar dijadwalkan mulai dikerja pada bulan Maret 2018 mendatang. Rencananya, pengerjaan konstruksi dimulai dari Jalan AP Petta Rani, persimpangan Jalan Urip Sumohardjo menuju Jalan Alauddin.
”Petta Rani Toll Road Makassar telah siap dikerjakan tahun depan tanpa pembebasan lahan,” kata Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto, Senin (4/9). Ia menyampaikan hal itu usai pertemuan antara Pemkot Makassar dengan PT Nusantara Infrastruktur selaku pelaksana proyek. Pertemuan berlangsung di rumah jabatan wali kota Jalan Penghibur.
“Pembangunannya sudah siap. Tinggal menunggu persuratan dari pusat. Tadinya harus ada pembebasan lahan. Tapi dengan perjuangan selama dua tahun, akhirnya pembangunan bisa dilakukan tanpa pembebasan lahan,” tambahnya.
Nantinya, pembangunan Petta Rani Toll Road Makassar dimulai dari ujung Jalan AP Petta Rani hingga Jalan Alauddin. Setelah itu, untuk kedua dilakukan di Jalan Alauddin menuju Jalan Andi Tonro sampai di atas kanal Pasar Pa’baeng-baeng.
Di atas kanal Pasar Pa’baeng-baeng, jembatan layang kemudian berbelok kiri menuju Maccini Sombala, hingga berakhir di Jalan Metro Tanjung Bunga.
Konsep pembangunan Petta Rani Toll Road Makassar akan diperkenalkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Selatan pada bulan Oktober mendatang. Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai kado untuk Sulsel dari Kota Makassar.
“Untuk sementara, tahap awal dimulai di ujung Jalan AP Petta Rani menuju Jalan Alauddin. Begitu selesai, kita urus lagi gambar berikutnya. Berbelok kanan di Jalan Alauddin sampai di atas kanal Pasar Pa’baeng-baeng. Kemudian berbelok menuju Maccini Sombala hingga finish ke Jalan Metro Tanjung Bunga, dengan melalui bagian atas kanal Pa’baeng-baeng,” terangnya.
Wali kota yang akrab disapa Danny ini melanjutkan, pembangunan jalan tol dalam kota menggunakan anggaran sebesar Rp2,3 triliun sampai Rp2,5 triliun. Proyek ini sebagai solusi dalam mengatasi kemacetan di Kota Makassar. Karena ke depan, volume kendaraan, pembangunan mal serta apartemen baru diprediksi akan terus bertambah.
“Setidaknya kita sudah melakukan antisipasi dengan menghadirkan tol layang dalam kota. Ini juga perlu disosialisasi kepada masyarakat, karena pada saat pembangunan nantinya akan terjadi gangguan dan hambatan lalulintas. Pelaksanaan konstruksi ada sekitar enam bulan dengan persiapan utilitas, rekayasa lalulintas dan cetakan persiapannya enam bulan,” paparnya.
Di tempat yang sama, President Direktur PT Nusantara Infrastruktur Anwar Toha, menjelaskan Petta Rani Toll Road Makassar dibangun dengan ketinggian 17 meter. Pelaksanaannya berlangsung selama dua tahun, dimulai dari 2018.
Ia juga memastikan, tol layang dalam sepanjang 4,3 kilometer ini bebas dari pembebasan lahan yang luas dan mahal.
“Khusus tol layang Petta Rani-Alauddin ditargetkan beroperasi 2020. Nantinya, pengendara dari Maros bisa naik ke jalan layang dengan lebih dulu masuk ke jalan tol seksi empat menuju Jalan AP Petta Rani. Jembatan flyover nanti berada di bawah, sementara jalan layang dalam kota berada di atas,” jelasnya. (arf/rus)
Dibangun 2018, Tol Layang Beroperasi 2020
×

