MAKASSAR, BKM — Siapa yang akan mendampingi Nurdin Abdullah (NA) di pemilihan gubernur Sulsel 2018 mendatang? Itu pertanyaan yang terus menggelinding akhir-akhir ini.
Setelah resmi berpisah dengan Ahmad Tanribali Lamo, NA kini menjadi incaran sejumlah figur bakal calon wakil gubernur (balon wagub). Alasannya, elektabilitas bupati Bantaeng itu pada enam lembaga survei, lebih tinggi dibanding balon gubernur lainnya. Sementara salah satu indikator yang dipakai untuk mengukur kekuatan mengacu pada hasil survei.
Kabar terbaru, NA bakal berduet dengan Sudirman Sulaiman, adik Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Bahkan, hampir pasti NA dan Sudirman akan berpasangan. Apalagi setelah ada pertemuan diantara keduanya di sela-sela acara pernikahan anak NA belum lama ini.
Staf ahli Bupati Bantaeng, Benyamin Arsyad melalui sambungan telepon, kemarin menyebut, ada enam kandidat pada porsi calon wakil yang bersaing untuk mendampingi NA. Mulai dari Tanribali Lamo, Aliyah Mustika Ilham, Ni’matullah Erbe, Andi Ilhamsyah Mattalatta hingga Idris Manggabarani.
”Terakhir adalah Sudirman Sulaiman. Dia sudah berkomunikasi dengan partai dan berjaji akan membawa partai tersebut. Nanti kita lihat seperti apa perkembangannya,” kata Benyamin.
Benyamin mengklaim, partai pengusung NA telah lebih dari cukup. Meski begitu, akan ada dua partai lain yang disebutkan bakal menyusul bergabung. Yakni Demokrat dan Gerindra.
”Kalau Demokrat akan menggelar simposium 27 September. Sementara Gerindra, minggu depan penajaman komitmennya. Jadi akan ada 45 kursi untuk Pak Prof (NA),” terang Benyamin lagi.
Ditanya tentang pertemuan khusus tentang politik antara NA dengan Sudirman, Benyamin memastikan belum pernah dilaksanakan. Demikian pula antara NA dengan Mentan Amran Sulaiman. Pertemuan antara keduanya hanyalah membahas tentang tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masih-masing selaku pejabat negara.
Masuknya nama Sudirman Sulaiman dalam bursa cawagub di Sulsel bakal mengubah konstalasi yang sudah ada selama ini. Bahkan diprediksi, ia akan menjadi pemecah suara untuk bakal calon gubernur HAM Nurdin Halid. Selama ini NH dikenal memiliki basis suara di Bone sebagai kabupaten pemilik suara terbanyak kedua di Sulsel setelah Kota Makassar.
Peluang Sudirman yang akan berpasangan dengan NA, mendapat apresiasi dari pemerhati politik Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Indris Amir. Menurut Suwadi, meski belum bersifat final, namun wacana itu semakin mendekati kebenaran.
“Artinya, Pak Prof masih mempertimbangkan tawaran pimpinan parpol yang juga menawarkan kadernya untuk posisi 02,” ujar Suwadi, Jumat (22/9).
Bukan tanpa alasan NA juga perlu mengkaji matang keputusannya terkait wakilnya. Sebab ia menjadi incaran ketua parpol besar pula. “Kita tahu Demokrat menawarkan ketuanya Pak Ni’matullah Erbe. Gerindra juga mempersiapkan ketuanya Andi Idris Manggabarani, Begitu pula dengan Hanura yang juga telah mempersiapkan ketuanya Andi Ilhamsyah Mattalatta,” terang Suwadi lagi.
“Semua siap mendampingi Pak Prof. Sementara itu, kita tahu semua Pak Prof sudah begitu dekat dengan TBL. Jadi Pak Prof mungkin akan melibatkan banyak pihak dalam memutuskan pilihannya terkait wakilnya. Pak Prof idealnya berdiskusi dengan para sesepuh, parpol, akademisi, konsultan politiknya, sebelum memutuskan wakilnya,” saran Suwadi.
Pengamat politik Unismuh Makassar Luhut M Prianto, menilai jika munculnya nama Sudirman Sulaiman (SS) menunjukkan kalau pergerakan NA sudah menjadi bagian dari kekuatan istana, melalui Mentan.
Meskipun relatif terlambat, tetapi SS bisa lebih berkontribusi secara elektoral pada NA melalui jejaring politik Mentan, serta kontribusi di cost politik tim pemenangan. “Dengan bergabungnya SS, maka relatif lebih mudah bagi NA untuk berkomunikasi dengan elit partai pendukung pemerintah,” ujar Luhur, kemarin.
Hal berbeda dikemukakan dosen politik UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad, bila NA masih akan mempertahankan Ahmad Tanribali Lamo (TBL). “NA masih berusaha mempertahankan TBL, tapi juga mulai realistis membuka diri dengan kader partai. Soal Sudirman yang juga nonkader partai masih terhalang kendala popularitasnya dan kemampuan dekati parpol. Mampukah Sudirman menaikkan survei NA, itu persoalan serius,” ujar Firdaus.
Sudirman Sulaiman saat ini tercatat sebagai pimpinan perusahaan Amerika yang berkedudukan di Singapura. Ia adik Mentan Amran Sulaiman dari 12 orang bersaudara. Saudara lainnya ada yang menjabat sebagai camat, kepala dinas di Pemkab Bone, kapolsek, anggota TNI. Mereka bersaudara semuanya berhasil.
Saat duduk di bangku SMA Kabupaten Bone, Sudirman tercatat sebagai ketua OSIS dan selalu ranking. Ketika di perguruan tinggi, ia kuliah sambil bekerja di perusahaan asing. Beberapa bahasa asing dikuasainya. Karena prestasinya, Sudirman diterima bekerja di perusahaan asing. (rif)
Hampir Pasti NA Duet Sudirman
×

