PINRANG, BKM — Pinrang sebagai pioner pertanian di Sulsel akan terus meningkatkan produksinya, sehingga tetap eksis sebagai pemasok pangan nasional. Holtikultura akan menyusul mengimbangi produksi padi, setelah beberapa waktu lalu Bupati Pinrang Aslam Patonangi melakukan panen perdana cabai di Desa Padangloang, Kecamatan Patampanua.
Terakhir, bertempat di Kecamatan Lembang, Bupati Aslam Patonangi melakukan panen perdana bawang merah. Hadir mendampingi istri bupati Hj Andi Dewiyani Aslam, Pelaksana Harian Kadis Pertanian dan Holtikultura Pinrang Andi Calo Kerrang dan Camat Lembang Patnan Suttara.
Di depan petani, Aslam memotivasi mereka untuk terus eksis menggarap lahan tanaman bawang walaupun saat ini fluktuasi harga bawang tidak menentu. Bahkan sampai di bawah Rp10 ribu per kilogram.
Dikatakannya, harga bawang tidak tetap. Tidak seperti padi. Kadang harga bawang menjadi stabil, bahkan bisa melonjak.
”Produksi holtikultura terus digenjot, utamanya sayur-sayuran yang cocok kondisi wilayah di Kecamatan Lembang yang umumnya pegunungan,” kata Bupati.
Hal senada dikatakan Kadis Pertanian dan Holtikultura Andi Calo Kerrang. Menurut dia, Dinas Pertanian dan Holtikultura yang dulunya Dinas Pertanian dan Peternakan berkomitmen untuk mengembangkan tanaman holtikultura di beberapa wilayah kecamatan. Bahkan akan dikembangkan penanaman bawang putih.
Tanaman rakyat itu dinilai banyak diminati petani dan punya gairah untuk bercocok tanam guna menambah penghasilan.
Baharuddin, seorang petani bawang menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pinrang yang sangat peduli dengan petani. Bantuan dikucurkan dari pemerintah untuk menggarap lahan tanaman bawangnya petani. Baik pompa maupun bibit bawang. Tanah garapan mereka bisa menghasilkan hingga Rp200 juta dalam satu hektar. (ady/rus/c)
Aslam Motivasi Petani Bawang untuk Tetap Eksis
×

