MAKASSAR, BKM — Penentuan maju tidaknya dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, masing-masing Agus Arifin Nu’mang-Aliyah Mustika Ilham serta Ichsan Yasin Limpo-Andi Murdzakkar (IYL-Cakka) tinggal menghitung hari.
Satu demi satu partai politik pemilik kursi di DPRD Sulsel bergabung ke pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-SS), serta Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz).
Pada Senin (16/10) kemarin, NA menemui jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel yang dipimpin Andi Idris Manggabarani.
Jika NA-SS sukses mendapat rekomendasi dari Gerindra yang mengontrol 11 kursi, maka praktis pasangan ini sudah mengoleksi mayoritas kursi di parlemen. Sebelumnya, NA-SS juga mendapat rekomendasi dari DPP PDIP yang mengontrol 5 kursi di parlemen serta rekomendasi dari PAN yang memiliki 9 kursi. Ada pula SK dari DPP PKS yang punya 6 kursi di dewan.
Sementara pasangan NH-Aziz juga mendapat sejumlah dukungan partai politik. Diantaranya Golkar yang punya 18 kursi, Nasdem dengan 7 kursi serta PKPI dengan 1 kursi. Tak hanya itu, Hanura yang mengontrol 6 kursi berpeluang mengusung paket NH-Aziz.
Hingga kini, pasangan IYL-Cakka baru mendapat dukungan PPP yang punya 7 kursi, sementara pasangan Agus-Aliyah baru mendapat dukungan PKB dengan 3 kursi serta PBB dengan 1 kursi.
IYL mengaku optimis mendapat dukungan dari Demokrat, pemilik 11 kursi di parlemen. Hal yang sama bagi Aliyah Mustika.
Sementara DPP Partai Demoktar masih mempelajari hasil survei sejumlah kandidat. Diantaranya NA, Rivai Ras, Aliyah Mustika maupun IYL. Wakil ketua DPP Demokrat Bahrun Daido mengemukakan bila ada tiga nama yang cukup bersaing yakni NA, Rivai Ras dan Aliyah.
Saat ini Agus Arifin Nu’mang masih berada di Jakarta untuk membangun komunikasi dengan elit partai politik. Agus yang juga Wakil Gubernur Sulsel dua periode dikabarkan menemui Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang. Termasuk menemui sejumlah tokoh Partai Demokrat.
Agus yang dihubungi melalui WhatsApp, kemarin belum berhasil dikonfirmasi.
Untuk pasangan IYL-Cakka dipastikan tetap bersama. IYL menegaskan tak akan meninggalkan Cakka di pilgub. Cakka yang juga Bupati Luwu dua periode juga optimis ikut bertarung di pilgub.
Pantauan koran ini di sebuah posko yang ada Sungguminasa Gowa, data dukungan KTP elektronik untuk IYL-Cakka sudah mencapai 1 juta lebih. Dukungan e-KTP tersebut sudah disortir oleh tim secara berlapis dengan mendeteksi tenaga honorer, anggota TNI Polri hingga warga yang ragu untuk memberikan dukungan.
“Kita sortir sudah tiga kali dan kini menyisakan lebih satu juta dukungan,” ujar sumber yang minta namanya tak publikasikan.
NA yang berkunjung di kantor DPD Gerindra Sulsel disambut Ketua DPD Andi Idris Manggabarani (IMB). Usai berbincang secara tertutup, NA menyatakan kedatangannya bertujuan berdiskusi tentang rencana jalan santai, sekaligus deklarasi dirinya di Lapangan Karebosi 22 Oktober nanti.
Disinggung soal rekomendasi Gerindra, NA mengatakan jika sepenuhnya ia serahkan ke DPD Partai. “Rekomandasi itu kan diserahkan ke ketua DPD. Bukan ke saya. Tapi kalau soal pengusungan dari Gerindra, ya saya sudah punya firasat,” kata Bupati Bantaeng dua periode ini.
Soal rekomendasi, IMB mengatakan jika belum ada kepastian soal pengusungan NA sebagai calon gubernur Sulsel. Namun secara pribadi, IMB mengatakan jika NA adalah satu-satunya calon yang cocok menjadi Gubernur Sulsel.
“Ini cuma keputusan pribadi saya yang secara emosional mengatakan kami siap dukung Prof NA. Walaupun belum ada rekomendasi dari DPP, tapi desakan dari partai kami di Sulsel itu mengatakan jika hanya NA yang paling cocok kita usung. Kita tunggu saja nanti pengumuman,” jelas IMB.
Soal rekomendasi yang diserahkan PDIP kepada NA, IMB menjawab dengan santai. Baginya, walupun secara nasional Partai Gerindra dan PDIP dianggap “kurang bersahabat”, tapi di Sulsel ia yakin kondisinya bisa sebaliknya.
NA sendiri pun terlihat optimis akan diusung oleh Partai Gerindra. Walaupun sebelumnya NA sendiri telah secara resmi diusung oleh PDIP, namun dukungan dari Partai Gerindra sendiri menjadi sangat penting baginya. “Mari kita buktikan, jika Sulsel bisa menjadi daerah yang bersahabat dalam dunia perpolitikan,” tambah NA.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Pouyono menepisa jika NA sudah mendapat rekomendasi dari partainya. Menurut Arief, foto yang menampilkan NA bersama Prabowo bukan penyerahan rekomendasi.
“Ah, tidak ada. Belum ada. Belum ada rekomendasinya. Ya bisa saja itu map-mapan aja, supaya kelihatan seolah-olah sudah ada rekomendasi,” kata Arief, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (16/10). (nug/rus/b)
Bagaimana Peluang Agus-Aliyah dan IYL-Cakka di Pilgub?
×

