MAKASSAR, BKM–Eksistensi intelektual Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti, kembali diperlihatkan setelah menerbitkan buku ke enamnya selama mengabdi menjadi TNI. Buku kali ini bejudul “Dari Wirabuana ke Hasanuddin”, dan dibedah di Gedung Graha Pena, lantai 19, Kamis (19/10).
Dalam acara tersebut dihadiri beberapa pakar untuk membedah buku karya Agus SB ini. Antara lain ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unhas, Dr Iqbal Sultan, Kepala Lab Sejarah FIB Unhas, Dr Surjadi Mappangara dan Dekan Fakultas Adab Humaniora UIN, Prof Barslah Noor.
Secara garis besar, buku ini sendiri membahas tentang sejarah serta kinerja Kodam yang dipimpin oleh Agus. Awal buku menuliskan tentang konsep pertahanan di Sulawasi, kemudian menjelaskan mengapa Kodam VII Wirabuana diubah nama menjadi Kodam XIV Hasanuddin serta motto, sasanti, dan lambang. Bagian buku juga menjelaskan tentang capaian kinerjanya bersama rakyat.
Agus mengatakan, jika yang melatarbelakangi ditulisnya buku ini adalah karena kecintaannya kepada Sulawesi. “Perubahan nama, lambang, motto, dan sasanti yang tertulis di buku ini mengangkat kearifan lokal. Khususnya budaya dari Sulawesi Selatan,” kata Agus.
Para pembedahpun juga terlihat sangat mengapresiasi. Walaupun ditengah kesibukannya menjadi seorang tentara, namun Agus dinilai layak menjadi contoh masyarakat karena masih sempat menulis buku. Walaupun hasil pembedahahannya terlihat masih ada sisi kekurangan buku.
Salah satu pembedah, Dr Iqbal Sultan, mengatakan, jika masih ada bagian yang salah ketik. Selain itu, masih perlu juga pembahasan yang lebih detil mengenai Wirabuana dan Hasanuddin. “Saya pikir buku ini bisa dibagi dua saja ya, harusnya lebih dijelaskan secara mendetil mengenai Wirabuana lagi, begitupun juga dengan Hasanuddin,” jelas Iqbal.(nug/war/c)
Buku Keenam Pangdam Dibedah di Graha Pena
×

