MAKASSAR, BKM — Operasi penindakan serentak yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri pada beberapa wilayah di Indonesia, Selasa (24/10), berhasil membekuk sembilan orang tersangka yang diduga jaringan terorisme.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, kemarin membenarkan penangkapan tersebut. Sembilan orang itu berasal dari berbagai daerah, masing-masing Sulsel, Pekanbaru, Jawa Tengah dan Jawa Timur
“Jadi ada empat provinsi yang menjadi target operasi pengejaran terorisme yang dilakukan oleh tim Densus 88 Mabes Polri. Di Sulsel, Densus 88 mengamankan pria bernama Bakri alias Bari Baroncong alias Aslam alias Pak Nur (45),” jelas Dicky.
Tersangka Bakri, menurut Dicky, diamankan sekitar pukul 07.04 Wita di Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur. Ia ditangkap berkaitan dengan keterlibatannya yang ikut serta dalam kejadian bom dengan menyasar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tahun 2012. Penangkapan sesuai dengan BAP beberapa tersangka.
Dari catatan kepolisian, kata Dicky, tersangka pada hari Minggu (11/11/2012) silam memberikan bom pipa dan korek api kepada Jodi dan Awaludin alias Awal. Sasarannya adalah gubernur Sulsel.
“Bakri Baroncong bersama Suwardi alias Pak Guru, Budi dan Yadi mengikuti tausiah yang dibawakan oleh Abu Uswah dengan materi bahan dan cara pembuatan bom lontong di kebun milik Muhtar Hadi. Dalam pelatihan pembuatan bom tersebut berhasil membuat sekitar 20 batang bom. Jodi memegang dua batang, Bakri memegang enam batang, Awi memegang enam batang, dan Abu Uswah empat batang,” jelas Dicky lagi.
Selanjutnya, kata Dicky, Abu Uswah memerintahkan Awaluddin agar sebelum ke lokasi amaliah (bom gubernur Sulsel) agar singgah di rumah Bakri untuk mengambil bom.
”Jadi mereka telah merencanakan pemboman terhadap gubernur Sulsel saat itu. Perintah dari Abu Uswah untuk mengambil bom tersebut di rumah Bakri,” jelas Dicky. (ish/rus)
Jaringan yang Hendak Bom Gubernur Ditangkap
×

