MAKASSAR, BKM — Kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menjadi pembicara pada Dialog Kebangsaan yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin, Kamis (26/10) cukup kental dengan aroma politik. Apalagi kehadirannya menjelang pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel dan pemilihan wali kota (pilwali) Makassar.
Di tempat ini, AHY disambut oleh sedikitnya 300 pengurus dan kader Abdi Merah Putih (AMP). Mereka ini dikenal sebagai organisasi pendukung pasangan bakal calon gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).
Tak hanya itu, juga hadir seratusan pengurus dan kader Pemuda Pancasila diantara ratusan mahasiswa Fakultas MIPA Unhas. Wali Kota Makassar petahanan Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto juga hadir dan ikut memperlihatkan kedekatannya dengan AMP yang dipimpin Andi Ian Latanro.
Di sela-sela acara, Danny juga pamer kemesraan dengan AMP. Bahkan menyempatkan kembali melakukan salam punggawa usai menghadiri diskusi yang menghadirkan AHY.
AMP yang merupakan organisasi kepemudaan, selama ini merupakan salah satu relawan IYL-Cakka jelang Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Mereka hadir di Unhas mengenakan seragam AMP berwarna merah putih.
Saat melakukan salam punggawa yang identik dengan IYL-Cakka, Danny berdiri dibagian tengah. Lalu puluhan pengurus dan kader AMP mengapitnya di sisi kanan dan kiri.
Itu dilakukan tepat di depan gedung tempat berlangsungnya kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa dan berbagai perwakilan komunitas luar kampus. “Terima kasih semuanya,” kata Danny menyalami para relawan IYL-Cakka usai melakukan salam punggawa, sambil berbincang sejenak sebelum pamit untuk menghadiri kegiatan lain.
Sebelum acara dialog kebangsaan, AHY yang tiba mengenakan mobil pribadi Danny berupa Toyota Alpard dengan plat nomor DD 4 NN, membuat histeris ratusan mahasiswi dan mahasiswa di Unhas. AHY sukses membuat cewek-cewek yang ada di Baruga AP Petta Rani, Unhas histeris.
Kehadiran AHY yang tak lain adalah Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute di Kampus Merah, Unhas sebagai pembicara dalam Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Dengan postur yang tegap, kulit yang mulus dan wajah yang ganteng, AHY membuat cewek-cewek yang mengikuti kuliah kebangsaannya ‘meleleh’.
Pekikan dan tepuk tangan tak henti berkumandang saat video profil AHY ditayangkan pada dua layar besar di atas panggung. Suasana makin bergemuruh ketika AHY sudah berada di tengah-tengah para audiens.
Penampilan AHY yang datang bersama istrinya Annisa Pohan, membuat semua mahasiswi yang hadir berebutan untuk berswafoto. AHY lalu membeberkan dan menawarkan gagasan-gagasannya mewujudkan negara menjadi Indonesia Emas di tahun 2045.
Menurut mantan calon gubernur DKI Jakarta ini, ada tiga syarat menuju Indonesia emas. Yakni, negara ini harus benar-benar aman dan damai, Indonesia harus adil dan sejahtera, serta Indonesia harus maju dan mendunia.
“Indonesia emas 2045 cita-cita bersama. Tentu banyak tantangan yang akan dihadapi. Apalagi saat ini di abad 21,” katanya disambut tepuk tangan yang meriah.
Menurut putra sulung mantan presiden SBY ini, black campaign, ujaran kebencian dengan mudah bisa membunuh karakter seseorang. Ini bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.
Sebagai generasi muda, jangan menjadi orang yang mudah menyebarkan hoax. “Kalau zaman dulu, ada peribahasa yang berbunyi mulutmu adalah harimaumu. Sekarang, jempolmu adalah harimaumu,” ucapnya.
AHY rencananya akan berada di Makassar selama tiga hari, Kamis hingga Jumat, 26-28 Oktober. Dia dijadwalkan akan ikut pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pantai Losari.
AHY yang tiba dan mendapat sambutan di bandara Sultan Hasanuddin pukul 10.45 Wita, mengaku bila kedatangannya ke Kota Makassar, karena kerinduan sekaligus bersilaturahmi dengan warga Kota Daeng. “Sejak lama saya ingin berada di Sulawesi Selatan. Tetapi baru kali ini ada kesempatan yang baik dan tepat . Saya tentu ingin bersilaturahmi dengan siapapun. Bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat dan para pemuda,” kata AHY.
Selain itu, kedatangannya ini juga untuk melihat langsung masyarakat Makassar guna mengobati kerinduan selama ini tidak tercapai. Selain itu ingin mencicipi kuliner khas Makassar dan keindahan Pantai Losari yang mendunia.
“Kayaknya pengen banget saya makan coto Makassar. Juga menikmati suasana Pantai Losari. Saya sudah cukup lama tidak berkunjung di Makassar,” beber AHY, yang disambut oleh Ketua Demokrat Sulsel Ni’matullah, Selle KS Dalle, Irwan Patawari, Fadriati dan lainnya.
Kedatangan AHY juga akan memberikan pesan dan kesan motivasi semangat kepada pemuda, untuk bersama-sama dengan generasi muda harapan bangsa membangun Indonesia di mana pun berada. Termasuk di Makasssar. (rhm/rus)
Aroma Pilgub dan Pilwali Kedatangan AHY di Unhas
×

