PEMERINTAH Provinsi Sulsel harus memikirkan alternatif pembiayaan untuk pembangunan masjid 99 Kubah di kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI). Pasalnya, usulan dana sebesar Rp110 miliar untuk merampungkan masjid tersebut, tidak sepenuhnya disetujui DPRD Sulsel untuk masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel tahun 2018.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDA, CK, dan TR) Sulsel Andi Darmawan Bintang, mengungkapkan total kebutuhan anggaran Rp170 miliar. Sementara masjid baru disuntik Rp60 miliar. Masih butuh Rp110 miliar.
“Kita sudah usulkan di APBD Pokok 2018, namun yang disetujui hanya Rp60 miliar. Sehingga kita masih kekurangan Rp50 miliar,” sebut Darmawan.
Kendati demikian, pihaknya masih berharap, masjid bisa dirampungkan 2018, sesuai RPJMD. “Kan masih dibahas di banggar,” ungkap dia.
Andi Wawan, sapaan karibnya mengatakan, tahun depan pengerjaan masjid diprediksi tersisa 35-40 persen saja. “Kita tengah menggarap kubah utama. Sekaligus menargetkan 42 kubah rampung dari 99 kubah,” dia menambahkan.
Berdasarkan pantauan BKM, alat berat dan beberapa pekerja proyek sedang beraktivitas di bagian kubah. Rangkanya berwarna putih. Sementara rangka masjid secara keseluruhan didominasi warna merah.
Misi masjid ini, yakni 30 masjid terunik di dunia, 10 terunik di Indonesia, dan terbesar di Sulawesi. Konsepnya, water front. Lantai semi basement untuk fungsi penunjang masjid, seperti toilet, tempat wudu, kantor yayasan, dan galeri Asmaul Husna.
Sejauh ini, tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam menggenjot pembangunan masjid 99 kubah. Namun cuaca yang tidak bersahabat tetap membuat pekerja sedikit terganggu dalam menyelesaikan proyek tersebut. Namun Wawan tidak terlalu khawatir proyek tersebut mengalami keterlambatan, sebab sejauh ini on progress.
Masjid 99 Kubah yang dimulai pengerjaannya awal Mei tahun ini mampu menampung 13.075 jamaah. Diharapkan nantinya menjadi salah satu pusat peradaban Islam di Kawasan Timur Indonesia.
Pemancangan tiang pertama bangunan masjid Center Point of Indonesia (CPI) atau Mesjid Asmaul Husna 99 Kubah dilakukan tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Kawasan CoI, Kamis 1 Juni lalu.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebelumnya mengatakan hadirnya masjid ini diharap menjadi ikon Sulsel. Juga jadi simbol Sulsel daerah yang lebih maju, mandiri dan modern dalam bingkai kebersamaan negara kebangsaan Indonesia.
Dia menegaskan, masjid ini murni dibangun untuk membuat Sulsel lebih baik lagi ke depan, tanpa ada maksud dan kepentingan lain. Semata-mata karena kebutuhan umat.
Masjid ini didesain Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Berdasarkan master plannya nantinya akan difokuskan sebagai pusat kajian agama dengan berbagai fasilitas yang dimiliki. Selain kubahnya yang mencolok, masjid ini juga akan menampilkan air mancur yang bergerak dangan dukungan lampu warna-warni yang akan tampak indah di malam hari. (rhm/rus)
Anggaran Masjid CoI Dipangkas Rp50 M
×

