pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Muktiono Minta Maaf, Umar Lapor Ketua RW-RT

SEBANYAK 24 kabupaten/kota masuk dalam wilayah hukum Polda Sulsel begitu sulit dilupakan oleh Irjen Pol Muktiono. Menjabat sebagai kapolda tak cukup setahun, membuatnya tak bisa mengunjungi semua daerah tersebut.
Diapun meminta maaf kepada masyarakat Luwu Timur (Lutim) dan Luwu Utara (Lutra). Sebab, dua kabupaten bertetangga di utara Sulsel tersebut belum pernah didatanginya.
Muktiono tak memungkiri tingginya jiwa solidaritas masyarakat Sulsel. Pesona alam dan kultur budaya di daerah ini begitu menawan.
Pengakuan itu disampaikan Irjen Muktiono dalam pisah sambut yang berlangsung di Grand Clarion Hotel, Kamis malam (7/12). Ia didampingi istrinya Ratu Diana Savitri.
Perwira dua bintang di pundaknya ini, mengaku sulit melangkahkan kakinya ke wilayah lain. Ada begitu banyak kenangan, suka maupun duka yang dilaminya di Sulsel selama menjabat sebagai kapolda.
Kini, Irjen Pol Muktiono mendapat amanah dalam jabatan barunya di Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) sebagai Kordinator Staf Ahli Kapolri.
”Waktu terasa begitu cepat. Di Sulsel ada 24 kabupaten. Dari jumlah itu, ada dua yang belum pernah saya kunjungi, yakni Luwu Utara dan Luwu Timur. Saya hanya bisa mengenang kedua kabupaten itu melalui media yang saya baca. Tapi saya rasa dua daerah ini tidak kalah indahnya dengan Kabupaten lainnya. Saya mohon maaf kepada warga Lutra dan Lutim,” tutur Muktiono.
Di kala sang suami tengah berbicara, istrinya Ratu Diana Savitri tak kuasa menahan air mata. Sesekali ia mengusap ujung matanya yang basah.
”Kami merasakan denyut nadi perkembangan yang ada di Sulsel. Terasa begitu sangat dekat. Canda dan tawa itu masih ada. Alhamdulillah, tugas di Sulsel telah kami selesaikan. Selaku abdi negara, kita harus selalu siap berpindah tempat. Mohon maaf jika saya pernah melakukan salah. Itu kekhilafan saya,” kata Muktiono lagi.
Melihat situasi ruangan yang diliputi rasa sedih dan haru, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono mencoba menetralisirnya. Ketika memberi sambutan, ia mengarahkan perhatian dengan pembicaraan yang membuat hadirin tertawa.
Di bagian lain sambutannya, Irjen Umar Septono mengupas gaya kepemimpinan Umar bin Khattab. Habluminallah dan hablum minannas menjadi ulasannya. Yakni hubungan antara manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan manusia.
”Saya tidak ingin mendapat pengawalan yang begitu istimewa berhubungan manusia. Tiap personel sudah saya sampaikan bahwa tolong jangan kawal saya. Kerjakan pekerjaanmu sesuai amanah yang diberikan. Banyak masyarakat butuh dilayani. Jangan saya yang diyalani. Saya yang ingin melayani,” kata Irjen Umar Septono.
Hal tersebut, menurut Kapolda, dilakukan untuk mengubah mindset personel kepolisian. ”Saya harus memperlihatkan sikap selaku pemimpin yang baik. Saya pribadi sebagai umat muslim. Jangan heran apabila waktu melaksanakan kewajiban untuk salat, maka saya harus tepat waktu. Karena itu hubungan saya yang wajib kepada Allah. Setelahnya baru saya kembali melakukan hubungan sesama manusia,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan program kepeduliannya terhadap sesama manusia. Pada setiap apel pagi, disediakan kotak untuk gerakan Rp1.000.
Dari dana yang terkumpul melalui program ini, akan diberikan kepada warga yang membutuhkan. ”Personel melakukan patroli sambil bersilaturahmi. Warga yang mengalami kesulitan keuangan akan dibantu. Itulah hubungan kita sesama manusia,” ujarnya.
Kapolda juga menegaskan, saat di kantor ia seorang polisi. Namun setiba di rumah, dirinya kembali menjadi rakyat biasa.
Ia lalu menceritakan awal tinggal di Makassar sebagai kapolda. Umar melaporkan dirinya ke ketua RT dan RW setempat.
”Masih pagi-pagi saya datang menemui ketua RW dan RT tempat saya akan berdomisili. Karena saya ini warga mereka. Saya hargai mereka, karena keduanya pemimpin di tempat tinggal saya. Jadi janganlah terlalu bangga jabatan dan seragam kita. Karena sewaktu-waktu bisa saja diganti. Tapi kalau ketua RW dan RT, siapa yang bisa copot mereka. Apalagi dipilih oleh rakyat,” jelas Umar disambut tawa para undangan.
Tak lupa ia membangun budaya bersih di lingkungan sekitar. ”Saya sudah terbiasa memungut sampah di jalan. Kalau saya melakukan itu, kadang orang terkejut. Katanya seorang pejabat pungut sampah,” tandasnya.
Gubernur Sulsel Syahsul Yasin Limpo yang hadir dalam acara pisah sambut ini, mengaku tersinggung dengan apa yang dilakukan Kapolda secara ikhlas. ”Saya merasa tersinggung dengan apa yang diimplementasikan Bapak Kapolda. Saya salut dan berterima kasih. Kita akan bersinergi dalam menerapkan gagasan itu di Sulsel,” kata Syahrul.
Di akhir acara, Irjen Pol Muktiono mendapat cinderamata dari Kapolda Sulsel. Setelah dibuka, isinya sebuah helm sepeda warna hitam. Muktiono memang hobi naik sepeda. Sementara Gubernur Sulsel memberikan badik. (ish/rus/b)



×


Muktiono Minta Maaf, Umar Lapor Ketua RW-RT

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar