pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

SYL Instruksikan Bupati/Wali Kota Siaga

Curah hujan pada sejumlah wilayah di Sulsel sudah mulai meningkat.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan seluruh bupati/wali kota untuk bersiaga.
SYL mengakui, curah hujan saat ini sudah tidak biasa. Bahkan cukup tinggi, antara 90-120 milimeter. Hal ini membuat beberapa daerah mulai terendam.
Sementara gelombang laut yang dalam beberapa hari terakhir sudah mencapai 1,5 meter. Belum lagi beberapa lahan persawahan mulai tergenang air.
“Curah hujan yang cukup ekstrem ini bisa berefek pada bencana alam seperti banjir, longsor, hingga tanggul jebol, ” kata Syahrul di kantor Gubernur Sulsel, Kamis (21/12).
Selain bupati/wali kota, dia juga meminta aparat TNI-Polri dan instansi terkait mewaspadai cuaca buruk tersebut. Apalagi Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca.
Menurutnya, peta rawan bencana yang telah disusun harus menjadi acuan bagi pemerintah daerah sampai RT/RW. Termasuk bagaimana menyusun langkah antisipasi mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan Bulog.
Terkait genangan yang sudah terjadi di Kota Makassar, menurutnya masih bisa diatasi Pemerintah Kota Makassar. Genangan yang ada biasanya akan surut dalam kurun waktu 2-6 jam setelah hujan.
“Ada protap pengendalian masih di camat atau wali kota. Kalau eskalasinya sudah meningkat sampai menyebabkan meninggal dunia, maka gubernur ambil alih,” jelasnya.
Salah satu yang harus diantisipasi, menurut Syahrul, adalah masalah pangan dan transportasi. Untuk itu pihaknya sudah meminta Dinas Perhubungan dan Dinas Pertanian menyiapkan langkah antisipasi.
“Selama ini kita tak pernah puso. Di Sidrap memang ada beberapa laporan lahan sawah yang tergenang. Tapi saya sudah perintahkan disiapkan bibit pengganti, ada protapnya,” lanjut mantan Bupati Gowa ini.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menambahkan curah hujan saat ini tergolong kejadian yang luar biasa. Hal ini merupakan siklus lima tahunan yang biasa terjadi di wilayah Sulsel.
“Saya sudah pantau beberapa daerah memang ada genangan. Ini siklus lima tahunan. Kalau lahan tergenang pasti berdampak pada kualitas dan hasil panen padi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar menyebutkan laporan musibah dan bencana yang masuk ke pihaknya baru dari Kota Makassar. Yaitu banjir di BTN Kodam III, Kecamatan Biringkanaya dan Jalan Swadaya, Kecamatan Manggala.
Per tanggal 20 Desember, jumlah korban mengungsi akibat banjir ini sebanyak 2.000 warga (700 KK) di BTN Kodam III dan 166 warga di Jalan Swadaya. Ketinggian air di tempat ini antara 50-130 cm.
“Laporan bencana yang masuk baru dari Makassar, berupa banjir di beberapa titik mulai dari Jalan Swadaya, Romang Tangaya, Mangga Tiga dan BTN Kodam 3, Kelurahan Katimbang. Dari daerah lain baru berupa lahan persawahan yang tergenang, seperti di Pinrang dan Sidrap,” terangnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG wilayah IV Makassar, musim hujan yang terjadi di Sulsel saat ini belum memasuki puncaknya. Diperkirakan untuk pesisir barat, puncak penghujan baru terjadi Januari-Februari. Sementara wilayah timur Maret-April.

Perketat Izin Perumahan

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto berjanji akan memperketat izin perumahan. Langkah tersebut dilakukan, menyusul adanya banjir yang melanda. Khususnya di wilayah Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya.
“Sebenarnya ini bukan banjir. Tapi memang tempatnya air. Jadi tempatnya air diubah menjadi pemukiman. Ini menjadi koreksi pemerintah kota dalam memberikan izin perumahan. Harus ditinjau betul letak geografinya,” ucap Danny, Kamis (21/12).
Agar wilayah Paccerakkang di tahun depan tidak lagi banjir, sebagai antisipasi pemerintah kota membenahi tanggul dan memperkuat pengawasan pembangunan rumah. Warga yang hendak membangun rumah harus memperhatikan level banjir.
“Pembinaan tata ruang ini yang harus kita lakukan. Kalau orang-orang bikin rumah, mereka harus memperhatikan level banjir sehingga rumah-rumah lain tidak terkena banjir. Itulah gunanya level banjir,” jelasnya.
Kota Makassar, tambah Danny, belum masuk kategori darurat banjir. Pasalnya, air yang menggenangi kawasan pemukiman penduduk adalah air kiriman dari Kabupaten Maros.
“Saya berkunjung untuk mengetahui apa kebutuhan warga. Ada warga yang sakit. Termasuk air bersih ini yang harus diperhatikan,” ujarnya ketika mengunjungi lokasi banjir di kompleks Kodam III, kemarin. (rhm-arf/rus)



×


SYL Instruksikan Bupati/Wali Kota Siaga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar