MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 09.00 Wita, Rabu (27/12). Cuaca tampak cerah. Tak ada hujan sama sekali.
Tiba-tiba terdengar suara dentuman yang cukup keras. Sebatang pohon berukuran besar terlihat miring. Akar-akarnya tercerabut dari tanah hingga akhirnya tumbang.
Dua unit rumah tertimpa dan mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, empat orang warga terluka dalam peristiwa ini. Mereka adalah kakak beradik. Kejadian tersebut berlangsung di RT 03/RW 06 Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.
Sesaat kemudian, seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Ibnu Sina Jalan Urip Sumoharjo. Mereka adalah Trisan, Dwi, Sinarsih dan Aksan. Keempatnya adalah putra putri Muhtar, pemilik satu dari dua rumah yang tertimpa pohon.
Tuti, istri Muhtar menuturkan, kejadian berlangsung ketika semua anak-anaknya masih di dalam rumah. ”Masih tidur semuaki, karena libur sekolah. Tiba-tiba pohon depan rumah tumbang dan kena hujan. Padahal tidak hujanji,” kata Tuti yang ditemui di RS Ibnu Sina, kemarin.
Tuti menjelaskan, rumah yang ditempatinya berlantai dua. Di lantai dua untuk kamar anak-anak.
“Lantai dua memang dikhususkan untuk kamar anak-anak. Kejadiannya pas waktu saya mau naik ke atas untuk membersihkan. Begitu naik tangga, tumbangmi itu pohon,” ujarnya.
Tuti menambahkan, anak-anaknya mengalami luka karena tertimpa reruntuhan batu bangunan. Dua anak laki-lakinya, yakni Aksan dan Trisan harus mendapat jahitan di bagian dahidan sekitar kaki. Sementara anak pertamanya, Sinarsih yang sudah dewasa mengalami patah tulang di bagian belakang dan lehernya.
“Anak saya ada yang patah tulang. Ada juga luka robek. Mereka tertimpa reruntuhan batu dinding rumah,” terangnya.
Saat dikonfirmasi Lurah Panaikang, Syamsul Badollahi, mengatakan tumbangnya pohon dikarenakan usianyanya yang sudah tua.
“Kami sebenarnya sering melakukan pemangkasan pohon. Tapi untuk pohon besar seperti ini, kalau mau dipangkas butuh alat khusus. Kalau dipangkas dari atas, dahannya mengenai rumah warga,” jelas Syamsul Badollahi.
Dikunjungi Wali Kota
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengunjungi lokasi kejadian pohon tumbang yang menimpa rumah warga di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Rabu (17/12) sore.
Wali kota yang akrab disapa Danny ini datang langsung meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar untuk menebang pohon beringin lain yang masih berdiri di sekitar rumah warga. Permintaan itu disampaikan untuk mengantisipasi terjadinya kembali pohon tumbang.
“Saya mau pohon-pohon besar yang ada dan berpotensi tumbang agar segera dipotong saja. Karena berbahaya kalau dibiarkan,” ujarnya.
Adapun bantuan yang disalurkan pemerintah kota kepada korban pohon tumbang berupa material, khususnya kayu. Danny juga berencana akan menjenguk korban yang sekarang ini masih dirawat di rumah sakit.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Kota Makassar, Bahar Cambolong, mengaku telah menerjunkan timnya untuk menebang satu pohon beringin. Sementara sisa patahan pohon tumbang sudah diselesaikan.
“Yang patahan pohon sudah diselesaikan. Tinggal satu pohon yang diminta Pak Wali dan warga untuk ditebang. Sementara kami tindak lanjuti. Butuh waktu 3 jam paling cepat untuk menyelesaikannya,” kata Bahar. (jun-arf/rus)

