DI dunia olahraga karate Sulsel, nama Ruslan Abu tak lagi asing. Dia merupakan salah satu pejabat atau birokrat yang masuk dalam struktur kepengurusan Federasi Olah Raga Karate Indonesia (Forki) Sulsel.
LAPORAN: RAHMAWATI AMRI
DEDIKASI dan waktunya untuk perkembangan olahraga bela diri karet tak diragukan lagi. Sekitar 30 tahun, lelaki kelahiran Sabbang, Luwu Utara, 28 Januari 1959 ini mengawal olahraga karate di Sulsel hingga cukup diperhitungkan. Bahkan mampu meraih banyak prestasi yang membanggakan.
Posisinya sebagai Asisten III Bidang Administrasi lingkup Pemprov Sulsel yang didera berbagai kesibukan, tidak menyurutkan semangatnya untuk mewakafkan waktu dalam mengurus perkembangan olah raga bergengsi tersebut.
Ikhwal bapak satu anak ini mencintai dunia olahraga karate, sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Alasannya, karena olahraga ini cukup dinamis, bergengsi, serta bisa diandalkan untuk jaga diri. Sayang, keaktifannya tidak sampai ke tingkat prestasi.
Namun, konsistensi untuk tetap menggeluti olah raga tersebut terjaga hingga saat ini. Walaupun sudah menjadi pejabat dengan agenda dan kesibukan yang padat, dia tetap meluangkan waktunya seminggu sekali untuk berlatih. Karena itu, di usianya yang nyaris 59 tahun ini, tubuhnya masih terlihat tegap dan segar bugar.
Ruslan mengawali karirnya sebagai seorang PNS sekitar tahun 1989. Sejak itu pula, dia terlibat dalam organisasi olahraga karate. Selain sebagai pengurus cabang Inkanas dan saat ini dipercaya sebagai pelaksana harian, Ruslan juga diberi tugas sebagai Ketua Bidang Pembinaan Forki Sulsel. Di lembaga ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo adalah ketuanya.
Sebagai seorang birokrat tulen, Ruslan Abu telah mengemban berbagai jabatan. Ketika tercatat sebagai Aparatur Sipil Segara (ASN) di lingkup Pemkot Makassar, sejumlah posisi strategis dipercayakan kepadanya.
Ruslan pernah dipercaya sebagai kepala Bagian Pemerintahan, kepala Dinas Perhubungan, Asisten I, Asisten II, Asisten III, dan Asisten IV. Ketika pindah ke Pemprov Sulsel, ia tetap dipercaya menduduki jabatan asisten.
Bagi suami dari Kombes Pol Sri Rejeki Budiarti,SH ini, karir di birokrasi dan dunia olahraga karate tak dapat dipisahkan. Keduanya saling bersinergi. Olahraga mengajarkannya untuk berjiwa sportif, jujur, dan berpikiran positif.
Selain itu, dengan olahraga tubuh menjadi sehat. Sudah pasti bisa mendukung aktifitas kerja sebagai seorang pamong praja.
Hingga saat ini, dia konsisten untuk terlibat dalam membesarkan karate sebagai olahraga prestasi. Dan Ruslan bersyukur dipercaya untuk itu. Harapannya, karate terus berjaya di Sulsel dan mampu melahirkan bibit-bibit andal yang bisa bertarung dan berprestasi hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Tidak bisa dipungkiri jika saat ini, Sulsel menjadi salah satu gudang bibit unggul atlet karate yang banyak berkiprah dan mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional. (*/rus)

