TAK banyak wanita yang bisa melakukan sebuah penelitian. Apalagi yang terkait pengembangan kawasan di sebuah daerah. Perlu kemampuan yang mumpuni dalam merealisasikannya.
LAPORAN; NUGROHO NAFIKA KASSA
WANITA yang kini menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini tak seperti wanita kebanyakan. Dalam kesehariannya yang ia lakukan bukan hanya mengerjakan tugas kuliah. Namun juga aktif melakukan penelitian. Sepertinya ia sadar betul arti sebuah penelitian dalam pengembangan sebuah wilayah.
Namanya Irianti. Wanita kelahiran Kabupaten Pangkep, 5 Mei 1996 ini tengah kuliah di Jurusan Pendidikan Matematika, Unismuh Makassar.
Ada sebuah penelitian yang saat ini sedang ia kembangkan di Kabupaten Wajo. Judulnya; Strategi Pengembangan Kawasan Danau Tempe Berbasis 3E (Education, Environment, and Entrepreneurship).
Dari judulnya, bisa ditebak bahwa saat ini ia sedang mengembangkan kawasan Danau Tempe. Melalui penelitian yang dilakukannya, Irianto berobsesi Danau Tempe bisa berubah menjadi kawasan wisata terdepan di Indonesia. Sebuah ambisi yang cukup tinggi dari seorang wanita yang masih kuliah.
Irianti saat ini tinggal di Jalan Talasalapang, Makassar. Ia putri dari pasangan suami istri Rasyid dan Halwiah.
Penelitiannya mengenai Danau Tempe ternyata memiliki alasan yang cukup jelas. Baginya, salah satu ikon Kabupaten Wajo ini merupakan salah satu potensi wisata yang sangat baik di Sulsel. Namun ia merasa, pengelolaan Danau Tempe saat ini tak sebaik seperti wisata danau lainnya di Indonesia. Contohnya Danau Toba.
Irianti mengatakan, selama ini memang ada beberapa wisatawan yang mengunjungi Danau Tempe. Namun jumlahnya tidak banyak. Para wisatawan tersebut pun biasanya hanya berkeliling saja tanpa mengenali Danau Tempe itu seperti apa.
Berbeda dengan Danau Toba yang ada di Sumatera Utara. Di sana, para wisatawan tidak hanya sekadar mengelilingi danau. Tapi juga diberikan penjelasan tentang sejarah, cerita masyarakat, tempat wisata lainnya di sekitar danau, dan sebagainya.
Irianti berpikir, kenapa Danau Tempe tak bisa seperti Danau Toba yang memiliki tingkat wisatawan yang lumayan banyak dan berkesan.
Ia pun bemaksud mengembangkan potensi lokal bidang pariwisata yang ada di Danau Tempe. Pengembangan potensi ini sebagai upaya dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar danau.
“Danau Tempe merupakan salah satu obyek wisata unggulan yang sangat potensial untuk dikunjungi. Panorama wisata alam menjadi hal menarik sebenarnya. Hanya saja, belum ada terobosan baru dalam hal tata kelola pariwisata danau tersebut. Makanya penelitian ini muncul,” jelas Irianti berargumen. (*/rus/b)

