ORANG baik adalah mereka yang bisa berarti bagi sesamanya. Perbuatan mulia bisa dilakukan kapan dan di manapun. Ikhlas dan niat tulus dalam membantu, itulah kuncinya.
Laporan: Rusdi Nasaruddin
KAMIS (18/1) sekitar pukul 09.00 Wita di pos Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Barru jalan poros Barru-Parepare. Seperti biasa, Bripka Yumanto menunaikan tugasnya.
Tak lama berselang, datanglah seorang lelaki renta yang tanpa identitas. Usianya kira-kira 75 tahun. Mengenakan baju kain bermotif yang didominasi warna biru dan bersarung. Bertelanjang kaki. Tak mengenakan sendal ataupun sepatu.
Di kepalanya terpasang songkok. Pada bagian samping mata sebelah kanan terlihat ada perban berwarna putih. Seperti ada bekas luka yang tertutupi.
Awalnya, orang tua ini dibawa oleh warga ke ruang SPKT Polres Barru. Namun, ada diantara petugas yang menyarankan agar ia dibawa ke Pos Satlantas di jalan poros Barru-Parepare. Harapannya, ada yang bisa menyetop mobil untuk kakek tua itu agar bisa sampai di tujuan.
Saran itupun dituruti. Sang kakek lalu dibawa ke pos satlantas seperti yang disebutkan.
Setibanya di pos tersebut, tubuh kakek tersebut tampak gemetar. Ketika diajak berkomunikasi, nada bicaranya tak jelas. Kondisi ini mengundang rasa iba dari Bripka Yumanto yang tengah bertugas kala itu.
Anggota Satlantas Polres Barru ini tak tega jika laki-laki tua ini harus bepergian sendirian. Bicaranya saja tidak jelas. Kalau mau dititp ke sopir, kira-kira mau dibawa ke mana. Karena alamatnya tidak jelas. Begitu yang ada di pikiran pria kelahiran Gorontalo ini.
”Makanya, saya memberinya minum beberapa gelas. Kakek ini kelihatan haus. Bahkan mungkin juga lapar, namun tidak mampu dia sampaikan dengan kata-kata,” tuturnya.
Bripka Yumanto lalu beranjak menuju bagian belakang pos Satlantas. Ia memesan sebungkus nasi campur. Kemudian dibawanya untuk menemui sang kakek.
Tak berhenti sampai di situ. Bripka Yumanto tak percaya jika orang tua ini bisa makan sendiri. Sebab tangannya gemetar.
”Makanya langsung saja saya suapi. Dia begitu lahap. Makannya dihabisi,” ujarnya.
Usaikah sampai di situ perbuatan baik Bripka Yulianto? Tidak. Ia menampak lelah di wajah lelaki tua yang ada di depannya.
Bripka Yulianto lalu mengajaknya untuk tidur, sekaligus bermalam di pos Satlantas. Nanti di pagi keesokan harinya dibawa ke kantor Dinas Sosial setempat. Dan, ajakan itu tak ditolak. Pria tersebut kemudian terbaring di dipan beralaskan papan kayu tanpa kasur. Ia pun terlelap dalam tidurnya dengan bekal satu bantal di kepala.
Siapa sangka, apa yang dilakukan Bripka Yulianto itu direkam oleh rekannya sesama polisi personel Satlantas Polres Barru yang tengah berjaga waktu itu. Bahkan video hasil rekamannya diunggah ke Youtube.
Alhasil, dalam waktu singkat video tersebut langsung viral. Bahkan orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian memberi apresiasi besar. Malah, Bripka Yumanto diundang untuk makan siang bersama Kapolri di Jakarta.
Apa yang dilakukan rekannya itu, ternyata tanpa sepengetahuan Bripka Yulianto. Bahkan setelah videonya viral, ia belum mengetahuinya sama sekali.
Lulusan 2004 SPN Batua ini baru mengetahui jika dirinya diperbincangkan, setelah menerima telepon dari Kasat Lantas Polres Barru AKP Darmawati. Sang pimpinan menanyakan posisi Bripka Yulianto.
Ketika ditelepon, Yumanto sedang berada di Siddo, Kecamatan Soppeng Riaja, Barru. Atasannya di Satlantas itu lalu memintanya memutar mobil ke arah Barru untuk menghadap Kapolres AKBP Burhaman.
Dalam perjalanan ke Kota Barru, sebelum menemui Kapolres, Kasat Lantas sempat menerima sambungan telepon dari Dirlantas Polda Sulsel. Ia meminta bicara langsung dengan Bripka Yumanto. ”Saat ditelepon Dirlantas, sempat ada rasa tegang. Apalagi diberitahu bahwa anda akan menjadi Polisi berbahagia karena diundang khusus oleh Kapolri ke Jakarta. Hal itu merupakan kesempatan yang langka bagi setiap anggota kepolisian,” tuturnya.
Bripka Yulianto bertolak ke Jakarta pada hari Minggu, kemarin, Namun, sebelum terbang, bintara polisi 2003 gelombang kedua yang angkatannya disebut dengan Bharaduta D’pandiga ini, lebih awal diminta bertemu Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Ia pun menerima reward dari orang nomor satunya polisi di Sulsel itu. (*/rus/b)

