WAJO, BKM – Burhanuddin bin Lofu (65), warga Dusun Bacu-bacu, Desa Liu, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo menemui ajal dengan cara tragis. Ia ditebas oleh Ambo Tang (55), keponakannya sendiri, beralamat di Dusun Lacori, Desa Towalida Kecamatan Sajoanging, Wajo. Peristiwa berdarah itu berlangsung Minggu (21/1).
Korban yang sehari-harinya bertani ini tewas dengan penuh luka bacok di tubuhnya. Anak korban bernama Baso Kahar tak terima kejadian tersebut. Mengetahui ayahnya tewas dibunuh, ia bersama teman-temannya berbuat anarkis. Rumah panggung milik pelaku dibakarnya hingga tinggal puing.
Selain rumah, ada sejumlah barang berharga yang ikut terbakar. Masing-masing dua unit traktor. Satu unit televisi. Satu kulkas. Satu unit motor taksi. Satu motor Shogun. Satu mesin jahit. Satu unit genset. Lima tempat tidur. Satu kompor gas, serta dua lemari.
Ada pula 20 gram emas dan gabah 2,5 ton. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp360 juta.
Kapolres Wajo AKBP Asef menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban melintas di depan rumah pelaku. Saat bertemu, keduanya langsung adu mulut yang berujung pada perkelahian. Akibatnya, korban meninggal di TKP. ”Tersangka sudah kita amankan,” ujarnya.
Diduga, penganiayaan dipicu sengketa kepemilikan tanah sawah. Pelaku dan korban yang memiliki hubungan kekerabatan saling mengklaim sebagai pemilik sah. (*/rus)
Ponakan Bunuh Paman, Rumah Tersangka Dibakar
×

