pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Was-was Diundang Makan Siang Bersama Kapolri

KEIKHLASAN dalam berbuat kebajikan telah ditunjukkan Bripka Yulianto. Tuhan pun membalas perbuatan itu dengan sesuatu yang tak pernah disangka-sangka olehnya. Ia mendapatkan apresiasi begitu besar dari pimpinannya.

Laporan: Rusdi Nasaruddin

SUAMI Sherlu Astuti ini mengakui, tak pernah terbersit sedikitpun dipikirannya jika suatu saat dirinya akan diundang makan siang oleh Kapolri. Rasa tegang bercampur bingung ia memikirkannya.
Bagaimana sikapnya nanti saat berhadapan dengan pimpinan tertinggi di institusi polri tersebut. ”Ketika tahu diundang oleh Pak Kapolri, apalagi untuk makan siang bersama, saya beberapa kali keluar masuk toilet buang air kecil. Saya tidak pernah menyangka polisi seperti saya diundang khusus untuk bertemu kapolri,” ujarnya.
Bapak empat orang anak ini memulai pengabdiaannya sebagai polisi pada Januari 2004 di Polres Barru. Ia ditempatkan di Sabhara selama tiga tahun, sebelum akhirnya ditugaskan di Satuan Lalulintas (Satlantas) sampai sekarang.
Sebelum berangkat ke Jakarta untuk bertemu Kapolri, Bripka Yulianto diundang khusus oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono. Dalam sebuah acara di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Batua beberapa hari lalu, Yulianto menerima reward yang diserahkan langsung oleh kapolda.
”Waktu diundang Pak Kapolda, jantung saya berdebar-debar. Apalagi diajak makan siang bersama Pak Kapolri di Mabes Polri. Dipanggil saja menghadap ke atasan pada level perwira di polri, terkadang ada rasa grogi,” terang Bripka Yulianto menyampaikan isi hatinya.
Ia menambahkan, sejak menerima informasi undangan bertemu kapolri, mata Yulianto serasa tak bisa terpejam. Aneka macam pikiran menggelayut di benaknya.
”Bagaimana sikap saya nanti dihadapan pimpinan berpangkat jenderal. Penuh rasa was-was. Kalimat apa yang mesti terucap nanti kalau diakan bicara sama Pak Kapolri,” jelasnya lagi.
Yulianto melanjutkan, bahwa dirinya tidak pernah berharap sesuatu yang lebih dari spontanitasnya membantu memberi makan seorang kakek yang memang membutuhkan. Yang ada kala itu, rasa iba Bripka Yulianto muncul ketika melihat seorang tua renta, sempoyongan dengan tubuh sudah gemetaran. Pertemuan ini boleh dibilang secara kebetulan dan tidak terduga, hingga akhirnya menjadi perbincangan.
Sikap peduli Yulianto terhadap penderitaan orang lain, ternyata bukan kali ini saja ia tunjukkan. Bripka Rahmat, salah seorang rekan Bripka Yulianto di Satlantas Polres Barru, mengamini hal itu.
Ia kemudian menceritakan sebuah kisah mengharukan yang pernah ditunjukkan Yulianto. Saat sedang menyetir mobil Avanza pribadi miliknya di wilayah Soppeng Riaja, Barru, dari balik kaca spion dia menyaksikan ada seorang ibu hamil besar di pinggir jalan. Wanita itu tampak merintih sembari memegangi perutnya di bagian bawah. Sepertinya hendak melahirkan.
”Dengan spontan, dia (Bripka Yulianto) langsung memutar mobilnya untuk menolong ibu yang sudah mau melahirkan itu ke salah satu puskesmas,” tutur Bripka Rahmat.
Dari pengakuan Yumanto, ketika itu ibu hamil tersebut sudah mengalami pecah ketuban dan mengeluarkan darah. Bahkan cecerannya melengket di jok mobilnya hingga sekarang.
”Kejadiannya hanya kebetulan saja. Karena waktu melintas di jalan, saya sempat melihatnya dari kaca spion. Seketika itu muncul rasa kasihan lalu memberikan pertolongan,” jelasnya.
Rencananya, Bripka Yulianto bertemu dengan Kapolri di Jakarta, kemarin. Namun karena ada kegiatan yang mesti dihadiri, makan siang Bripka Yulianto dengan Kapolri ditunda. Hari Rabu (24/1) besok, acara tersebut dijadwalkan untuk dilaksanakan. (*/rus/b)



×


Was-was Diundang Makan Siang Bersama Kapolri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar