pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BMKG: Waspadai Angin Kencang

MAKASSAR, BKM — Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar mengingatkan untuk mewaspadai potensi angin kencang. Kondisi ini berpeluang terjadi dalam waktu tiga hari ke depan.
Prakirawan dari BMKG Asriani Idrus menjelaskan, angin kencang diperkirakan berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Sementara hujan ringan maupun sedang berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat. Seperti Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, dan Takalar.
”Untuk hujan ringan, diperkirakan akan terjadi di wilayah Sengkang, Belopa, Palopo, Masamba, Malili, Jeneponto dan Selayar,” ujar Asriani Idrus, kemarin.
Peringatan yang dikeluarkan BMKG ini cukup beralasan. Sebab pada Sabtu malam (27/1), angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan melanda sebagian wilayah Makassar. Salah satu daerah yang terkena dampak adalah Jalan Aroepala (Hertasning Baru) dan sekitarnya.
Dari pantauan BKM, beberapa pohon yang berada di median dan pinggir jalan bertumbangan. Tempat berjualan pedagang kakilima yang banyak terdapat di sepanjang jalan ini, tak luput dari terjangan angin kencang. Dominan bagian atapnya yang beterbangan.
Sejumlah rumah warga di kompleks Minasa Upa demikian adanya. Siang kemarin, pemiliknya berusaha memperbaiki atap yang sempat diterbangkan angin pada malam harinya.
Bangunan SMP Negeri 13 Makassar juga tak luput dari kerusakan. Pepohonan yang tumbuh dalam lingkungan sekolah tumbang hingga menimpa ruangan.
Kepala SMPN 13 Makassar Ramli yang dihubungi, kemarin sore menyebut ada empat pohon yang tumbang akibat terjangan angin kencang. Selain itu, ada lima kelas yang terbuka pada bagian atap dan sengnya beterbangan.
”Yang kondisinya parah ruang aula. Karena kuda-kuda batunya rubuh. Sengnya juga terbang dan tidak ditemukan,” ujar Ramli melalui telepon seluarnya.
Menyusul peristiwa tersebut, Ramli langsung bergerak cepat melakukan perbaikan. Lima kelas yang atap sengnya diterbangkan angin, telah selesai diperbaiki. 48 lembar seng telah dipasang kembali untuk menutupinya. Upaya perbaikan tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp4 juta.
”Untuk sementara ruang aula belum kita perbaiki, karena agar berat biayanya. Kira-kira antara Rp10 juta sampai Rp15 juta. Saya sudah laporkan ke Dinas Pendidikan, dan dijanjikan segera diberikan bantuan memperbaikinya,” terang Ramli lagi.
Selain memperbaiki ruang kelas yang rusak, empat pohon lainnya yang dikhawatirkan akan tumbang jika angin kencang datang, juga ditebang.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar segera membuat laporan terkait kerusakan yang terjadi di SMP Negeri 13. Selanjutnya diusulkan ke pemerintah pusat.
Kepala Disdik Makassar Ismunandar mengatakan, seluruh sekolah yang rusak akibat bencana, seperti banjir, angin kencang dan pohon tumbang di awal tahun 2018 ini diassasement. Sekolah yang terdata itu kemudian dilaporkan ke pemerintah kota untuk bisa diberikan bantuan perbaikan sekolah dari pusat.
“Sekolah yang rusak akibat bencana data. Kemudian dilaporkan dan diusulkan ke pusat untuk diberikan bantuan perbaikan. Termasuk SMPN 13 Makassar yang tertimpa pohon, kami hitung berapa kerugian dan kami usulkan,” jelas Ismunandar, Minggu (28/1).
Di musim hujan seperti sekarang ini, tambah Ismunandar, pihaknya rutin melaporkan ke dinas terkait untuk membantu mengecek kondisi pepohonan yang ada di lingkungan sekolah. Jika membahayakan dan rawan tumbang, maka sebaiknya dipangkas.
Selain itu, pihak sekolah juga selalu diimbau untuk melaporkan kondisi di sekolahnya masing-masing. Mulai dari banjir sampai kondisi pohon, agar jika ada sesuatu yang terjadi bisa langsung ditindaklanjuti.
Muh Rusli selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, mengaku telah datang dan melihat langsung lokasi pohon tumbang di SMPN 13.
”Pada malam saat kejadian, saya langsung berkunjung ke sana. Memang benar ada pohon tumbang. Tetapi kami tidak bisa berikan bantuan karena itu sekolah. Sementara pemangkasan pohon bukan oleh kami, tapi tugas dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup),” jelasnya.
Diapun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga akhir Januari ini. Khususnya angin kencang yang disertai hujan, serta air pasang saat berlangsungnya supermoon. (arf-rhm/rus)




×


BMKG: Waspadai Angin Kencang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar