ANGGOTA DPRD Kota Makassar menyayangkan sikap Pemkot Makassar yang tidak mengambil langkah cepat untuk membayarkan gaji para sopir mobil Tangkasaki serta satgas kebersihan. Aktivitas pencairan gaji pegawai tak semestinya lumpuh karena satu orang pejabat tidak ada.
”Mau makan apa mereka sopir mobil (Tangkasaki) dan petugas kebersihan itu. Gaji sebulannya sudah pas-pasan, terlambat lagi dibayar. Kasihan. Sudah kerja keras, hak mereka tidak dipenuhi,” kata Basdir, anggota DPRD Makassar, Selasa (6/2).
Legislator Fraksi Demokrat ini khawatir, keterlambatan pembayaran honor dan tunjangan tersebut akan berdampak lebih luas. Misalnya, sopir Tangkasaki dan petugas kebersihan mogok kerja. Akibatnya, sampah akan bertumpuk di kota ini.
”Kalau kita seperti ini, mungkin bisa cari uang dari yang lain. Tapi kalau satgas dan sopir Tangkasaki, dari mana kalau bukan dari pekerjaannya sekarang. Secepatnya harus ada solusi. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” cetusnya.
Hal senada disampaikan Hamzah Hamid, legislator Fraksi PAN. Menurutnya, pemkot mesti mencari jalan keluar guna memecahkan masalah yang ada. Pembayaran gaji petugas kebersihan dan sopir harus segera dilakukan. Sebab Makassar mampu meraih berbagai prestasi di bidang kebersihan dan lingkungan, berkat kinerja pegawai honorer tersebut.
“Kasihan mereka kalau gajinya sampai terhambat. Tapi saya yakin Pak Wali akan secepatnya mencarikan solusi. Sebab kalau mereka mogok, pasti ada penumpukan sampah,” katanya. (ita/rus)
Anggota Dewan Desak Ada Solusi Secepatnya
×

