pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sopir Tangkasaki dan Petugas Kebersihan Dijamin tak Mogok

MAKASSAR, BKM — Hingga pekan kedua di bulan Februari ini, sopir mobil Tangkasaki, akronim dari Truk Angkutan Sampah Kita belum juga menerima gajinya. Hal itu sebagai dampak dari ditahannya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar Erwin Syafruddin Haiyya oleh Polda Sulsel.
Sopir mobil Tangkasaki yang ditemui BKM, mengakui jika sampai sekarang mereka belum mendapatkan honornya untuk bulan Januari. Padahal, uang tersebut sangat diperlukan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jika kondisi ini dibiarkan terus terjadi dan tidak ada pembayaran gaji, bukan tidak mungkin akan mogok beroperasi.
Kepala kecamatan se-Kota Makassar sudah berupaya mengantisipasi hal ini. Mereka telah mengumpulkan para pegawai honorer dan petugas kebersihannya. Kepadanya diberikan arahan untuk memaklumi kondisi saat ini.
Seperti disampaikan Camat Mariso Harun Rani. Ia telah menyampaikan kepada seluruh personel kebersihannya, dari penyapu hingga petugas mobil Tangkasaki untuk bersabar.
”Saya sudah briefing seluruh petugas kebersihan, mulai dari penyapu jalan, sopir Fukuda dan mobil Tangkasaki untuk bersabar. Kalau soal rencana aksi mogok kerja itu, belum ada informasinya sampai ke saya,” ujar Harun Rani, kemarin.
Dia menyebutkan, Kecamatan Mariso memiliki sembilan unit mobil Tangkasaki. Para petugasnya menerima insentif Rp1 juta per bulan, dengan tunjangan operasional Rp40 ribu per hari.
”Insentif dan tunjangan operasional petugas kebersihan di semua kecamatan se-Kota Makassar itu sama. Tidak ada yang berbeda,” tambah Harun.
Camat Tallo Andi Zainal Abidin Takko meyakinkan, sampai saat ini petugas kebersihan dan seluruh sopir armada mobil Tangkasaki di wilayahnya masih bekerja seperti biasa.
”Mudah-mudahan aman-aman saja. Kami sudah memberikan pengarahan kepada seluruhnya yang belum menerima gaji bulan Januari untuk bersabar,” jelasnya.
Kecamatan Tallo memiliki 13 unit mobil Tangkasaki. Satu unitnya memiliki petugas tiga orang. Masing-masing satu orang sopir dan dua kernet. Sehingga total petugasnya sebanyak 39 orang.
Camat Manggala Anshar Umar, juga mengaku belum mendengar akan adanya aksi mogok para sopir Tangkasaki. Di wilayah ini juga dioperasikan 13 unit mobil Tangkasaki.
”Sopir Tangkasaki tugas di mana yang mau mogok? Kalau di Kecamatan Manggala kayaknya tidak ada. Coba dicek itu informasi. Karena kalau petugasku tidak ada yang mau begitu. Sopir untuk 13 mobil Tangkasaki di sini aman-aman saja,” jelas Anshar.
Tidak ketinggalan Camat Tamalate Hasan Sulaiman memberi respons. “Saya berharap agar petugas kebersihan sabar menunggu gaji dan operasional untuk bulan Januari 2018. Saat ini sementara proses. Diharapkan tetap bekerja seperti biasa. Untuk gajinya Rp1 juta per bulan. Ditambah Rp40 ribu per hari untuk biaya operasional, dipotong Rp150 ribu per bulan untuk asuransi,” jelas Hasan Sulaiman, sambil menyebut di wilayahnya ada 10 unit armada mobil Tangkasaki yang dioperasikan.
Camat Makassar Ruly juga menyampaikan hal yang sama. Di kecamatan ini terdapat 14 unit armada mobil Tangkasaki.
”Begini, berapa jumlah petugas kebersihan di sini, tidak satupun yang sudah menerima gajinya. Tapi ini persoalan waktu saja. Saya sudah sampaikan ke mereka untuk bersabar. Kami di OPD kecamatan, untuk gaji hanya persinggahan dari atas. Begitu gaji dikirim, langsung kita bagikan,” tandasnya.
Kecamatan Ujung Pandang memiliki armada Tangkasaki dengan jumlah banyak, yakni 25 unit. Zulkifli Nanda selaku camat juga mengaku sudah menyampaikan kepada para petugas kebersihannya tentang persoalan yang dihadapi Pemkot Makassar. Permasalahan tersebut berdampak kepada seluruh tenaga honorer. Termasuk petugas kebersihan.
”Sampai saat ini belum ada laporan kalau petugas kebersihan saya ada yang mau mogok. Jadi untuk Kecamatan Ujung Pandang tidak ada itu. Waktu tanggal 1 (Februari) saya sudah kumpulkan dan meminta mereka untuk bersabar. Jadi untuk saat ini 25 unit mobil Tangkasaki berjalan semua,” jelas Zulkifli.
Camat Wajo Ansaruddin menegaskan, delapan unit mobil Tangkasaki yang beroperasi di wilayahnya masih melaksanakan tugasnya. Pemberian pemahaman terhadap petugas kebersihan telah dilakukan, dan mereka menerimanya.
“Kalau anggotaku sudah saya kasih tau. Jadi tidak adaji yang mau mogok,” jelas Ansar.

1.200 Ton Sehari

Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menyebut, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa setiap hari rerata 1.200 ton. Jumlah tersebut berupa sampah organik dan rumah tangga.
Sekretaris DLH Kota Makassar Andi Iskandar mengklaim, volume sampah yang masuk di TPA Tamangapa sekarang ini sudah menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan kehadiran bank sampah. Dulunya sampah yang masuk ke sana mencapai 1.400 hingga 1.500 ton.
Sampah berupa botol atau gelas plastik, kaleng, atau kardus semuanya dipilah lalu dibawa ke bank sampah yang telah terbentuk di masing-masing kelurahan.
“Sampah yang masuk ke TPA Tamangapa setiap harinya merupakan sampah rumah tangga seperti nasi dan daun kering. Tidak bisa lagi didaur ulang. Kalau botol dan gelas plastik, kardus, dan kaleng sekarang dimasukkan ke bank sampah dan ditukar menjadi uang,” jelas Iskandar, kemarin.
Untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA Tamangapa, DLH Kota Makassar terus berupaya memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat untuk sadar akan produksi sampah. Termasuk di dalamnya memanfaatkan sampah menjadi uang dengan menukar sampah plastik, kardus, kertas, dan kaleng ke unit bank sampah di wilayah masing-masing. (jun-arf/rus)




×


Sopir Tangkasaki dan Petugas Kebersihan Dijamin tak Mogok

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar