MAKASSAR, BKM — Aksi kriminal dua begal yang membunuh korbannya, untuk sementara terhenti. Mereka diringkus tim Resmob Polres Pelabuhan diback up Resmob Polda Sulsel, Rabu (14/2) sekitar pukul 06.00 Wita. Keduanya adalah Resaldi alias Tyson (21) dan Arif Pratama (18).
Korban yang mereka bunuh adalah Aldri Juniardi alias Ririn (23). Ia warga Jalan Bunga Ejayya, Makassar.
Kedua tersangka ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa petugas, pascakejadian di Jalan Sabutung Baru. Dalam pengakuannya, saksi yang juga rekan korban mengaku membonceng Ririn menuju Jalan Sultan Abdullah menggunakan motor Yamaha Mio Soul GT.
Tak lama kemudian, saksi melihat korban dalam keadaan bersimbah darah akibat luka tikaman di sekujur tubuhnya. Pelaku, menurut saksi, berjumlah empat orang. Mereka menggunakan motor Kawasaki KLX, Honda Beat dan Yamaha Mio.
Usai mengambil keterangan saksi-saksi, tim Resmob Polda Sulsel dan Polres Pelabuhan melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim gabungan ini mendeteksi sebuah kendaraan milik pelaku yang tengah terparkir. Resaldi dan Arif berhasil dirngkus. Kemudian digiring ke markas Resmob Polda Sulsel guna pemeriksaan lebih lanjut.
Keduanya pun mengakui perbuatannya. Mereka menikam korban menggunakan badik hingga meregang nyawa. Ada pula yang memaranginya. Dua nama rekannya yang lain juga disebutkan. Masing-masing Ponne dan Gope.
”Saya yang parangi, Pak. Kalau yang lain menikam,” aku Arif.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, kemarin mengatakan, kedua tersangka diringkus di Jalan Sultan Abdullah, Kecamatan Tallo.
”Awalnya tim gabungan Resmob Polres Pelabuhan dan Resmob Polda Sulsel mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku ketika melakukan penyelidikan. Karena curiga, dilakukan penggerebekan di lokasi. Dua orang tersangka diamankan. Sementara rekannya yang lain masih dalam pengejaran,” terang Dicky.
Menurut Dicky, penangkapan tersangka berdasarkan keterangan saksi bernama Wiwin. Warga Rappokalling ini yang membonceng korban ke Jalan Sultan Abdullah.
”Saksi mengakui bahwa dirinya menjemput korban di rumahnya dengan menggunakan motor. Kemudian diantar ke rumah rekannya bernama Sampara di Jalan Sengka Batu, belakang lapangan Bosowa karena ada urusan. Setelah dari lokasi tersebut, korban hendak kembali ke rumahnya dan melintas di Jalan Sultan Abdullah Raya. Saat itulah korban dipepet oleh komplotan pelaku yang mengendarai empat sepeda motor berboncengan membawa senjata tajam,” jelas Dicky lagi.
Salah seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor KLX warna putih langsung menghampiri korban. Ia mengancam lalu meminta handphone milik korban Aldri.
Korban dicegat ketika pelaku melihat korban bermain HP di atas motor. Saksi yang membonceng korban berusaha memacu motor yang dikendarai hingga di Jalan Galangan kapal. Namun apes, keduanya terjatuh dari motor ketika menginjak lubang. Keduanya kemudian berlari menyelamatkan diri dan meninggalkan motornya.
Meski begitu, pelaku tetap mengejar korban. Saksi berlari ke arah jembatan Galangan Kapal, sementara Aldri ke Jalan Sabutung Baru VI. Saat itulah korban tertangkap oleh pelaku hingga dianiaya dengan menggunakan kayu dan senjata tajam.
Korban mendapat luka tikaman badik pada bagian punggung sebanyak tiga kali. Pelaku juga merusak motor yang dikendarai saksi.
Beberapa waktu kemudian Wiwin kembali untuk mencari korban. Ia menemukan rekannya itu dalam kondisi bersimbah darah akibat luka di sekujur tubuhnya.
Saksi lalu membawa korban ke rumah orang tuanya di Jalan Bunga Ejayya. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Jala Ammari TNI AL. Namun pihak rumah sakit menyatakan Aldri telah meninggal dunia. (ish/rus)
Dua Begal yang Bunuh Korbannya Ditangkap
×

