MAKASSAR, BKM — Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Selatan. Didampingi istri Iriana Jokowi, Presiden tiba di Makassar, Rabu (14/2) malam. Rombongan menginap di Hotel The Rinra, Makassar,
Ada tiga daerah yang akan dikunjungi. Selain Kota Makassar, ada juga di Kabupaten Gowa dan Takalar.
Agenda pertama Presiden Joko Widodo adalah penyerahan 1.700 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.500 Program Keluarga Harapan (PKH) di Lapangan Syekh Yusuf Gowa, Kamis pagi (15/2). Jika cuaca tidak mendukung, maka acara akan dipindahkan ke Balla Lompoa, Gowa.
Dari sini, Jokowi bersama rombongan kemudian menuju lokasi padat karya persawahan Desa Panyangkalang , Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Setelah itu ke Rumah Makan Limbung di Kelurahan Kalebajeng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Gowa.
Usai santap siang, Presiden RI dan rombongan menuju Lapangan Makkatang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar dalam rangka pemberian sertifikat tanah sebanyak 5.000.
Sertifikat ini merupakan milik 50 warga Kota Makassar, 650 warga Gowa, 1.500 warga Takalar, 1.000 warga Bantaeng, 1.000 warga Bulukumba dan 800 warga Jeneponto.
Dari Takalar, Presiden Jokowi langsung ke kampus Unhas dalam rangka menghadiri acara Forum Rektor se-Indonesia. Kegiatan ini dihadiri 1.474 rektor.
Usai membuka forum rektor, sekitar pukul 16.00 Wita Presiden Joko Widodo langsung menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin untuk kembali ke Jakarta.
Kedatangan Presiden Joko Widodo dimanfaatkan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk memperlihatkan sejumlah pembangunan di Sulsel.
Syahrul sendiri menawarkan sejumlah megaproyek untuk dikunjungi oleh orang nomor satu di Indonesia tersebut, meski hanya sehari melakukan aktifitas di Sulsel.
“Semua proyek saya tawarkan. Mau lihat kereta api, oke. Mau lihat PLTB, oke. Mau lihat pelabuhan juga oke. Airport dan lain-lain kita siap. Pertanian kita juga siap. Di mana saja pilihannya kita siap memperlihatkan yang terbaik yang mampu dilakukan Sulsel,” kata Syahrul.
Menjelang kedatangan Presiden, Syahrul secara khusus melakukan peninjauan ke beberapa tempat yang akan dikunjungi. Kegiatan ini dilakukan usai meresmikan gedung baru Kantor Pegadaian Kanwil VI Makassar.
Syahrul bersama rombongan pertama meninjau Lapangan Syekh Yusuf tempat pembagian KIP dan PKH. Setelah itu singgah sebentar di Masjid Syekh Yusuf yang hanya berdampingan.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul meminta Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan untuk mempersiapkan langkah antisipasi. “Presiden ini susah ditebak apa maunya. Jadi kita siapkan saja yang terbaik,” sebutnya.
Dari situ, Syahrul kemudian meninjau lokasi padat karya yang menggunakan anggaran dana desa di Desa Panyangkalang Kecamatan Bajeng. Lokasi ini berada di tengah persawahan dekat saluran irigasi induk Jeneberang.
Syahrul mengakui kunjungan di lokasi tersebut Presiden Jokowi untuk melihat aktivitas pembangunan dan pemerintahan di Sulsel.
“Apa yang dilakukan di Gowa ini simbolik untuk melihat Sulsel. Di sini masih ada kemampuan untuk bergerak secara bersama-sama atas nama gotong royong. Mulai dari kepala balai, tentara, polisi dan camat turun tangan,” ungkapnya.
Lebih jauh mantan bupati Gowa ini menjelaskan, kondisi akan dilihat Jokowi menunjukkan Sulsel merupakan daerah lumbung pangan dan penyangga nasional.
“Ini juga untuk melihat alam yang cukup bagus direkayasa secara teknis agar manfaatnya semakin besar. Di sini kurang lebih 680 hektare, dan secara umum saluran irigasi ini mampu mengairi 10 sampai 12 ribu hektare,” tutupnya.
Saat melakukan kunjungan ke dua lokasi yang akan didatangi presiden, sepanjang jalan tampak sejumlah pekerja melakukan perbaikan jalan. Kerusakan berupa lubang di jalan ditutupi dengan aspal.
Forum Rektor di Unhas
Untuk acara yang dihadiri presiden di Baruga AP Petta Rani, Unhas, pihak kampus tidak melibatkan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat fakultas mengagendakan kegiatan khusus untuk menyambut Jokowi.
Ketua BEM Fakultas Sastra Unhas Adnan Irwan mengatakan, dirinya bersama mahasiswa lainnya akan menggelar aksi orasi di luar gedung. Mereka menyuarakan isu yang kini tengah marak. Mulai dari politik, sosial dan ekonomi.
“Mungkin untuk mahasiswa masuk dalam forum, tidak bisa. Jadi kita akan bersuara dan berorasi di luar supaya suara mahasiswa didengar. Termasuk permasalahan internasl di Unhas. Khususnya soal PTN-BH. Seluruh mahasiswa tidak sepakat dengan PTN-BH. Juga tidak adanya suara mahasiswa dalam pemilihan rektor,” ujarnya, Rabu (14/2).
Hal senada disampaikan Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas Mannawa Faraby. Bersama elemen mahasiswa lainnya, ia akan menyampaikan permasalahan yang kini ada di kampus merah.
”Kita akan menyuarakan masalah yang mendera bangsa Indonesia saat ini. Apalagi kampus kita sekarang ini kan sudah berubah status. Mungkin itu salah satu tuntutan kami,” terangnya.
Kepala Humas dan Protokol Unhas Ishaq Rahman, untuk pelaksanaan Forum Rektor, memang tidak ada keterlibatan mahasiswa di dalamnya.
”Ini kan Forum Rektor. Sesuai SOP pengamanan VVIP, hanya yang memiliki undangan yang diizinkan masuk ke tempat acara. Soal kartu kuning, saya pikir mungkin tidak ada. Ini kan acaranya rektor-rektor,” ucapnya.
Disinggung soal agenda mahasiswa yang akan melakukan orasi di depan gedung baruga saat kedatangan Jokowi terkait perubahan status Unhas, Ishaq menegaskan hal itu kecil kemungkinan terjadi.
“Kita ini tuan rumah. Tentu kita, baik pihak kampus dan pengamanan presiden akan berjaga ekstra. Jadi kemungkinan mahasiswa akan orasi kecil sekali,” tandasnya.
Pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia 2018, menurut rencana, akan dihadiri oleh sekitar 1.700 peserta. Terdiri dari para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, pimpinan Unhas, para dekan dan wakil dekan di lingkungan Unhas, jajaran pimpinan daerah Sulawesi Selatan, serta undangan lainnya.
Temu tahunan FRI 2018 akan diisi penyerahan tongkat estafet kepemimpinan Forum Rektor Indonesia kepada Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu,MA yang telah terpilih pada Temu Tahunan FRI 2017 di Jakarta. Panitia pelaksana terus mempersiapkan hal-hal teknis berkaitan kedatangan Presiden beserta rombongan dan para rektor dari beragai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Sedikitnya 4.500 personel pengamanan dari kepolisian dikerahkan untuk mengawal kedatangan presiden dan rombongan di Sulsel. Terdiri dari Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Polres Gowa dan Polres Takalar.
Sebagai bentuk kesiapan, Rabu (14/2) dilaksanakan apel bersama di Lapangan Karebosi. Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono bertindak selaku inspektur upacara.
Apel gabungan ini dimaksudkan untuk melihat dan mengecek secara langsung kesiapan personel, materil dan sarana pendukung dari TNI-Polri. Termasuk kesiapan instansi yang tergabung pada pelaksanaan pengamanan VVIP. (rhm-ita-mat/rus)

