pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kostum Mahal, Biasanya Dibuat Sendiri

BANYAK keunikan yang ditemui Wawo selama berada di dunia cosplay. Mulai dari saat ia akan mempersiapkan penampilan di cosplay competition, sampai hal-hal menarik yang telah ia rasakan selama berkompetisi.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

LAYAKNYA seorang penyuka cosplay, kehidupan Wawo diwarnai aneka pernak-pernik tentang hobinya itu. Salah satunya tergambar di dalam kamarnya. Aneka kostum cosplay memenuhi ruangan tersebut.
Ini diketahui saat BKM berkunjung ke kediamannya di Asrama Parepare Jalan Daeng Tata. Saat dipersilakan masuk olehnya, terlihat beberapa properti cosplay terpajang di sana. Mulai dari baju, topeng, sampai aksesoris berupa pedang yang terbuat dari eva form dan sebagainya.
Wawo mengatakan, banyak yang harus dipersiakannya saat akan tampil memerankan cosplay. Mulai dari menyediakan kostum yang tepat, hingga berlatih performance.
Kostum yang ia gunakan biasanya dibuat sendiri. Ternyata tidak murah biayanya sampai bisa jadi seperangkat kostum yang benar-benar mirip dengan tokoh kartun.
“Kalau kostum biasa itu biasa hanya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu. Kalau kalau kostum yang megah, untuk event-event besar, biasa sampai Rp1,7 juta. Bahkan kalau teman saya biasanya sampai Rp2,4 juta yang dihabiskan,” ujar Wawo.
Sementara, hadiah yang didapatkan dari sebuah kompetisi tidak sebanding dengan biaya yang mesti dikeluarkannya. Bahkan Wawo pernah hanya mendapat hadiah sebesar Rp800 ribu sekali tampil, padahal biaya persiapan sampai jutaan rupiah.
“Kostumnya memang mahal. Tapi kan biasanya kalau sudah saya pakai, bisa lagi dipakai berulang-ulang,” terangnya.
Kostum memang adalah persiapan yang paling sulit, namun ada juga persiapan lain yang tak kalah penting saat akan tampil. Misalnya Wawo harus mempersiapkan audio yang tepat saat berlaga di panggung.
Selain itu, gerakannya juga penting untuk dipelajari. Karena saat cosplay competition, para peserta biasanya akan mengikuti gaya yang biasa diperagakan pada tokoh kartun yang diperankannya. Misalnya yang diperankan adalah tokoh superhero, maka di atas panggung peserta harus berakting sedang bertarung.
Persiapan yang dilakukan sebelum Wawo mengikuti kompetisi ternyata tidak singkat. Wawo mengatakan jika ia biasanya mempersiapkannya sampai seminggu. Karena di setiap kesempatan dirinya harus selalu tampil maksimal. Mengingat peserta yang biasanya datang tidak hanya dari Makassar. “Ada dari Kalimantan biasa. Ada juga dari Palu,” katanya.
Saat tampil, Wawo juga biasa mendapat pengalaman menarik yang bahkan biasa kurang mengenakkan. Misalnya saja, adegan bertarung, di mana ia harus mengenai salah satu properti, namun ia tak tepat sasaran. Wawo pun merasa jika itu adalah hal fatal yang harusnya tak terjadi.
Pernah juga saat sedang di tengah adegan, audio yang menjadi pengiring Wawo mati. Alhasil, dirinyapun harus berhenti bergerak dan membuatnya harus menghentikan adegan. “Wah malu sekali waktu itu,” kenang Wawo dengan muka penuh ekspresi.
Tahun depan, Wawo telah memiliki rencana besar. Ia ingin mengikuti Clash, yaitu kompetisi cosplay tingkat nasional. Ia berencana mengikuti event itu bersama dengan rekannya yang berasal dari Pangkep. Jika berhasil mendapat juara, maka ia berharap bisa mengikuti kejuaraan tingkat dunia di Jepang.
Selain aktif mengikuti kompetisi cosplay, Wawo ternyata juga biasa menerima orderan pembuatan kostum. Banyak orang yang memesan kepadanya untuk dibuatkan kostum. Ia pun menjualnya. “Lumayan, bisa dipakai untuk uang jajan,” kuncinya. (*/rus/b)



×


Kostum Mahal, Biasanya Dibuat Sendiri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar