MAKASSAR, BKM — Pendaftaran calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel periode 2018-2023 berakhir, Rabu (21/2). Mereka yang berminat jumlahnya membeludak.
Dari pantauan BKM, hingga ditutupnya pendaftaran pukul 16.00 Wita, jumlah pendaftar telah mencapai 131 orang. Tapi angka tersebut bertambah, karena masih banyak pendaftar yang belum diverifikasi berkasnya dan sudah berada di sekretariat tim seleksi (timsel) sebelum pendaftaran ditutup.
Hingga malam tadi pukul 20.00 Wita, proses verifikasi berkas masih berlangsung. Ketua Timsel KPU Sulsel Basti Tetteng memperkirakan, jumlah pendaftar bisa mencapai angka 146 orang.
”Masih ada berkas pendaftar yang kita verifikasi. Kemungkinan besok (hari ini) baru bisa dipastikan berapa angka pastinya. Kalau melihat berkas yang sudah disetor, kira-kira bisa mencapai 146 orang” ujar Basti tadi malam.
Sekretaris Timsel KPU Sulsel Nur Fadillah Mappaselleng, mengatakan jumlah pendaftar yang ditargetkan sebanyak 60 orang. Sementara jumlah yang mendaftar jauh di atas target.
Karena mencapai diatas 60 pendaftar, maka timsel rencananya akan menyeleksi calon yang nantinya berhak mengikuti tes tulis pada 7 Maret mendatang. “Tes tertulis nanti hanya akan diikuti oleh 60 calon. Jadi kami akan menyeleksi semua berkas calon untuk menyaringnya menjadi 60 orang saja,” kata Nur Fadillah.
Itu artinya, akan ada puluhan pendaftar yang dipastikan gugur. Menurut Basti Tetteng, ada skoring yang dilakukan untuk mendapatkan 60 calon yang akan mengikuti seleksi.
Penilaian meliputi makalah terstruktur yang disetor saat mendaftar. Juga tentang pengetahuan dan integritas calon. Termasuk ijazah. Semakin tinggi jenjang pendidikannya, skoringnya akan tinggi pula. Terakhir adalah pengalaman, yang mencakup tentang kepemiluan. Seperti pernah menjadi komisioner KPU ataupun panwas.
Nur Fadillah menegaskan, bahwa dalam pemilihannya nanti, timsel akan lebih transparan dalam memilih komisioner baru. Hal ini dikarenakan dalam tes tulis nanti menggunakan metode CAT, sehingga penilaian langsung dari pusat dan tak akan ada komisioner titipan.
“Kami tidak mungkin melakukan itu (komisioner titipan). Semuanya akan diseleksi secara transparan,” tegas Nur Fadillah.
Salah satu calon komisioner KPU Sulsel Harri Sandi, mengatakan persaingan memperebutkan komisioner tahun ini akan sangat ketat. Sebab para pendaftar yang memasukan berkasnya adalah para profesional dengan segudang prestasi yang kapasitasnya tidak perlu diragukan. “Banyak pendekar turun gunung untuk ikut bersaing,” jawabnya sambil sedikit tertawa.
Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini berharap seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Saya berharap mereka yang terpilih nantinya adalah komisoner KPU yang betul-betul berkualitas,” katanya.
Dalam daftar nama pendaftar yang telah diverifikasi, ada empat komisioner KPU Sulsel yang kini menjabat kembali mendaftarkan dirinya. Mereka adalah Faisal Amir, Khaerul Mannan, Misna M Attas, dan Mardiana Rusli.
Faisal dan Khaerul terlebih dahulu tercatat namanya sebagai calon, sebelum pada akhirnya Misna dan Mardiana terlihat datang pada sore kemarin mengembalikan berkas. Hanya Ketua KPU saat ini, Iqbal Arief yang tak mendaftarkan diri.
Selain itu, ada 15 komisioner dari KPU kabupaten/kota yang ikut mendaftar. Yakni Jumadil dari KPU Pangkep, Marwis (KPU Soppeng), Merry Parura (Ketua KPU Toraja Utara), Alimuddin Baharuddin (KPU Sidrap), Mansyur (KPU Sidrap), Surianto (KPU Luwu Utara), Mansyur Hendik (Ketua KPU Pinrang), Aksi Hamzah (Ketua KPU Bone), Nurbaeti (KPU Bantaeng), Attahirah Nas (KPU Takalar), Dahlia (KPU Sidrap), Ernida Mahmud (KPU Bone), Upi Hastati (KPU Barru), Zainal Ruma (Ketua KPU Gowa), Mursalim (KPU Parepare), serta satu orang dari komisioner Panwaslu Luwu yakni Abd Latif Idris. (nug/rus/b)
Puluhan Pendaftar Komisioner KPU Dipastikan Gugur
×

