BANYAK orang bilang, untuk memulai usaha butuh modal besar. Bila tidak, jangan pernah berharap bisa menuai hasil. Benarkah?
Laporan: Juni Sewang
DIA seorang wanita yang lembut dan bersahaja. Mandiri dan tidak pernah ingin bergantung pada siapapun. Berkat usaha keras dan doa yang menjadi modal utamanya, Arfiani kini telah mendapatkan hasil dari apa yang dilakoninya selama ini.
Perempuan yang karib disapa Fia ini, awalnya merintis usaha dengan berbisnis jual beli pakaian. Di tahun 2015 ia memulai bisnis bermodalkan Rp5 juta. Fia membeli sejumlah pakaian muslimah dan menjualnya kembali.
Namun itu tak berlangsung lama. Hingga sampai pada titik jenuh, Fia merasa model busana yang diperjualbelikannya terlalu biasa.
Terbersitlah di benaknya untuk beralih. Tapi tetap di jalur busana. Ia memilih mendesain sendiri busana muslimah untuk kemudian dijualnya. Apalagi, bisnis busana muslimah tengah booming.
Selain itu, Fia berkeinginan mengajak wanita muslimah untuk menutup aurat. Dengan dua motivasai ini, dia lalu merancang busana muslimah dengan pakem simpel, elegan dan dinamis yang tidak menghalangi gerakan terlihat trendi.
Bak gayung bersambut, busana desain Fia ternyata diterima pasar. Hal itu mendatangkan kepuasan tersendiri baginya. Diapun kian termotivasi untuk terus berkreasi.
Jiwa wanita muda menginspirasi busana ciptaan Fia. Ia selalu bereksperimen dengan mengeksploitasi warna, yang mengusung brand Hurrem by Fia. Kian mantaplah dia bergelut di jalur ini dengan membuka usaha butik.
Siapa sangka, sebelum sukses sebagai desainer dan memiliki butik, Fia pernah bekerja sebagai karyawati salah satu bank terbesar di tanah air. Profesi itu digelutinya dalam rentang waktu tahun 1999 hingga 2014.
”Pernah juga kerja di beberapa perusahaan swasta. Tapi jiwa berdagang dan negosiasi saya lebih kental. Jadinya saya pada saat bekerja nyambi jualannya juga. Hasilnya tidaklah terlalu besar waktu itu. Tetapi ada kepuasan tersendiri yang saya dapatkan,” begitu ia menuturkan alasannya. (*/rus)

