pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ingin Jadi Inspirasi Pendidikan Tanpa Kekerasan

KALI pertama Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2018 dihelat di Sulawesi Selatan, membuat Akbar tertarik untuk berpartisipasi di dalamnya. Apalagi kebebasan membuat program pendidikan untuk masing-masing kontestan, menjadikan ajang ini berbeda dari yang lainnya.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

AKBAR mengakui, ada sejumlah persiapan yang tentunya ia lakukan jelang mengikuti pemilihan. Tidak asal-asalan. Yang paling utama adalah menguasai materi pendidikan. Karena materi ini jelas sangat penting guna mengetahui wawasan seorang peserta.
Persiapan selanjutnya dari Akbar adalah motivasi. Dorongan yang tinggi jelas bisa meningkatkan kepercayaan diri saat berlaga di ajang tersebut. Kemudian selanjutnya adalah persiapan menguasai pendidikan karakter.
Banyak kejadian menarik yang dialaminya selama mengikuti kompetisi ini. Mulai dari masa karantina sampai babak grand final.
Di masa karantina, Akbar menyebut ada kegiatan sport competitiom. Dalam kompetisi itu yang diperlombakan adalah olahraga lari, berenang, dan futsal.
Hal menarik datang saat Akbar harus mengikuti pertandingan futsal. Akbar yang dasarnya memang tak pernah bermain futsal, akhirnya bermain asal-asalan. Apalagi ia saat itu mendapat teman main yang tak bisa juga bermain futsal. Jadilah tim Akbar yang pertama kali gugur kala itu.
“Iya, saya kan bisanya main badminton. Jarang main futsal. Terus, dapat tim juga yang tidak tahu main futsal. Jadinya asal-asalan mainnya. Waktu itu seru sekali dirasa, karena teman-teman baru semua dari berbagai daerah di Indonesia,” kenang Akbar sambil tersenyum.
Saat grand final, Akbar juga mendapatkan berbagai pengalaman menarik. Misalnya saja saat sesi national costum. Dia harus memakai kostum ala prajurit orang-orang Bugis demi memperkenalkan adat Sulsel.
Yang membuat menarik lagi adalah proses ganti baju yang cepat. Jadi, saat itu Akbar harus cepat mengganti kostumnya karena sesi lain yang ada dalam grand final mengharuskannya mengganti kostum.
Saat menjawab pertanyaan dari juri, Akbar juga tak boleh bertele-tele. Sebab waktu yang diberikan juri hanya 15 menit saja.
“Menjawab pertanyaan hanya 15 menit, otomatis jawaban kita juga harus to the point dan tidak bertele-tele,” terangnya.
Namun, bagi Akbar, hal paling menarik tentunya adalah bertemu dengan teman-teman baru. Apalagi teman-temannya dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia. Baginya, banyak teman-temannya yang pintar. Mereka juga begitu berambisi untuk meraih gelar.
Berbeda dengan Akbar yang tidak terlalu memperlihatkan kengototannya. Dirinya begitu menikmati proses yang dilaluinya selama even berlangsung, tahap demi tahap.
Setelah terpilih sebagai First Runner Up Putera Pendidikan 2018, berbagai harapan ia gantungkan demi pendidikan yang lebih baik di Indonesia. Ia ingin dirinya bisa menjadi inspirasi dalam pendidikan tanpa kekerasan. Akbar selalu meyakini jika anak yang mendapat kekerasan dalam pendidikan, tak selalu berakhir buruk.
Ia juga berharap jika pemerintah nantinya bisa mengklasifikasi jenis didikan yang diajarkan oleh anak. “Misalnya anak yang suka menyanyi, jangan dipaksa untuk jago matematika. Dengan ini saya berharap nantinya pemerintah bisa menyesuaikan bakat anak,” imbuhnya. (*/rus/b)



×


Ingin Jadi Inspirasi Pendidikan Tanpa Kekerasan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar