MAKASSAR, BKM–Survei yang dirilis lembaga Indo Survei Strategy (ISS) masih menyisakan swing votters atau yang pemilih yang belum menentukan sikap. Jumlah tersebut cukup besar, yakni di kisaran 28 hingga 29 persen.
Pada survei yang dilakukan ISS menempatkan pasangan nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) dengan 24, 3 persen. Disusul pasangan nomor urut 1 Nurdin Halid-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dengan 20,1 persen.
Di posisi ketiga ditempati pasangan nomor urut 3 yakni Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) dengan 18 persen. Sementara di posisi keempat ditempati pasangan nomor urut 2 Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) dengan 8,9 persen.
Elektabilitas IYL-Cakka yang kini berada di posisi pertama, sejalan dengan menyatunya sejumlah tokoh dan politisi lintas parpol, serta komunitas rakyat yang memberi dukungan.
Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras mengatakan, dukungan ke IYL-Cakka sulit untuk dibendung. Selain figuritas keduanya yang punya rekam jejak mumpuni, dan tak pernah tersandung kasus korupsi, juga komitmennya yang tak perlu diragukan. “Belum lagi kerja nyata keduanya yang faktanya memang ada dan terbukti. Bukan bermodal pencitraan. Begitu juga terobosan-terobosan programnya yang sangat pro rakyat,” tandas Aras.
Politisi PKS Ariady Arsal menanggapi datar hasil survei ISS yang menempatkan posisi NA-ASS jatuh ke posisi ketiga. “Kami masih berpatokan pada hasil survei sebelumnya,” ujar Ariady, kemarin. Sebelumnya, lembaga Indobarometer menempatkan pasangan NA-ASS di posisi teratas dengan 26,1 persen. IYL-Cakka di urusan kedua dengan 16,3 persen. Posisi ketiga ditempati pasangan NH-Aziz dengan 15,9 persen dan terakhir pasangan Agus-TBL 5,4 persen.
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Andi Luhur Priyanto menilai, hal ini memang besar kemungkinan akan terus terjadi. Sebab ada beberapa elit partai politik, yang sekalipun partainya sudah menentukan pilihan, namun lebih memilih mendukung kandidat jalur perseorangan, yakni IYL-Cakka.
Menurutnya, kerja elite personal parpol cenderung lebih efektif dari mesin koalisi parpol. Bahkan dalam kerja-kerja politik di lapangan, mereka lebih terukur dan terarah. Artinya, apa yang menjadi target utamanya sampai ke masyarakat.
“Kerja-kerja mesin koalisi partai dalam mengusung kandidat bisa dilewati oleh pergerakan elit personal partai yang mendukung kandidat jalur perseorangan,” kata Luhur, Senin (5/3).
Untuk diketahui, selain dukungan tokoh dan koalisi rakyat, beberapa pentolan pengurus dan kader partai pengusung NA-ASS, maupun NH-Aziz, memilih mendukung IYL-Cakka.
Bukan hanya itu, sejumlah eks pendukung NA di Bantaeng, juga kini mengalihkan dukungannya. Bahkan, beberapa keluarga dekat NA, juga tak mau ketinggalan memberi dukungan ke IYL-Cakka.
Kendati demikian, Luhur tetap mengingatkan kandidat yang diunggulkan di lembaga survei agar tidak terlena. Mengingat, pemilih mengambang masih tergolong tinggi.
Menurut dia, sepertinya perlu penjelasan lebih lanjut dari data survei ini. Di luar perubahan komposisi urutan kandidat yang memang tentu bisa berubah, sepertinya ada anomali dengan hasil survei tersebut. Anomali itu, kata dia, ada kesan swing voters atau suara mengambang lebih tinggi.
NH enggan menganggapi hasil survei tersebut secara terbuka. Menurut NH, sekarang masa kampanye. Pertarungan semakin bebas di lapangan.
“Hari Ini IYL, mungkin besok kami. Jadi mari bekerja saja merebut hati rakyat. Apalagi masyarakat yang belum menentukan pilihan masih tinggi,” ujar NHY melalui juru bicaranya Muhammad Risman Pasigai.
Meski demikian, survei tersebut memberi kabar baik buat NH. “Itu namanya selisih hanya di margin error. Saya senang sekali mendengar itu, karena berarti surveinya IYL itu turun drastis kalau begitu. Berarti itu peluang saya dan ustas Aziz,” tambahnya.
NH menjelaskan, survei ISS menunjukkan hasil yang signifikan. Sebab dirinya dan Aziz Qahhar baru melakukan sosialisasi ke masyarakat Sulsel 10 sampai 11 bulan lalu. Hasil itu menurutnya, adalah tanda-tanda kemenangan.
“Berarti saya memiliki peluang meningkatkan popularitas agar bisa menciptakan kesukaan. Saya senang sekali karena bisa berada di nomor dua. Karena hanya selisih di margin error. Itu tanda – tanda kemenangan bagi NH-Aziz,” katanya. (rif)
Pemilih Mengambang Besar, Empat Cagub Saling Kejar
×

