LUTIM, BKM — Malang nasib bayi berjenis kelamin perempuan ini. Ia terlahir dari rahim ibunya berinisial SK, Selasa (6/3) dengan kondisi yang memiriskan.
Bagaimana tidak, tangan kiri dari bayi asal Dusun Waeroya, Desa Solo, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur ini telah terputus sebelum keluar dari kandungan.
Hal tersebut dibenarkan Kapolres Luwu Timur AKBP Leonardo Panji Wahyudi, Rabu (7/3). Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, bayi malang itu telah meninggal dunia saat dilahirkan dengan operasi bedah caesar.
“Tangan bagian kiri bayi itu terputus sebelum keluar dari kandungan. Itu diketahui setelah ayah bayi, MH membawa istrinya ke puskesmas untuk proses melahirkan,” terangnya.
Kasus meninggalnya bayi ini, kata Leonardo, masih dalam proses penyelidikan. Polisi telah mengamankan MH untuk menjalani pemeriksaan. “Kalau unsur pidana ada, maka statusnya kita tingkatkan ke penyidikan,” ungkapnya.
Selain itu, petugas juga sudah mengamankan sarung dari dalam kamar SK. Sarung tersebut dipenuhi bercak darah yang disimpan di baskom bersama sebilah pisau dapur.
“Suami SK, yakni MH sudah kita amankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Leonardo lagi.
Informasi yang dihimpun, SK dibawa ke Puskesmas Angkona dengan menggunakan mobil ambulans. Setibanya di Puskesmas SK ditangani oleh bidan Misqiani dan Hariyati.
Namun, bidan tersebut kaget saat melihat tangan calon bayi masih dalam kandungan itu terputus dari badan bayi saat proses melahirkan. Karena keterbatasan alat, SK kemudian dirujuk ke RSUD I La Galigo.
Di rumah sakit tersebut, SK menjalani operasi bedah caesar. Akhirnya, bayi malang itu lahir dalam keadaan tidak bernyawa dengan tangan bagian kiri terputus.
Dihubungi terpisah, Direktur RSUD I La Galigo Wotu Rosmini Pandin, mengatakan calon bayi yang telah dirujuk dari Puskesmas Angkona ke rumah sakit sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan kondisi tangan terpisah.
Pihaknya, kata Rosmini, hanya dapat melakukan tindakan operasi bedah caesar untuk menyelamatkan ibunya dan mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungannya.
“Sudah meninggal baru masuk rumah sakit. Kalau kita hanya melakukan operasi. Pak Kasat (Kasat Reskrim Polres Lutim) tadi (kemarin) juga sudah datang di sana (rumah sakit),” ungkap Rosmini via telepon, yang mengaku sedang berada di Jakarta.
Dihubungi kembali kemarin sore, Kapolres AKBP Leonardo Panji Wahyudi menegaskan, penyidik telah meningkatkan status kasus bayi yang terputus tangannya itu dari penyelidikan ke penyidikan.
Hal itu dilakukan menyusul adanya sejumlah bukti-bukti yang ditemukan di rumah orang tua bayi tersebut. Bukti yang dimaksud adalah selembar sarung dan pisau yang dipenuhi bercak darah.
“Ayahnya ngawur saat ditanya oleh penyidik. Meski begitu, sejumlah bukti-bukti telah menguatkan untuk meningkatkan status kasus ini ke penyidikan,” jelas Leonardo. (alp/rus/b)
Tangan Bayi Terputus Sebelum Keluar dari Rahim
×

