BENI ISKANDAR adalah pemilik industri sampah organik kering dengan nama Bank Sampah Pakka Baji. Terletak di RT 07, RW 06, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate. Bank sampah ini tidak melekat atau berada di bawah naungan Pemkot Makassar.
Menurut Beni, bank sampah yang dikelolanya terbentuk di awal 2017. Tujuannya untuk membantu menyukseskan program pemerintah kota, yaitu Makassar Tidak Rantasa (MTR).
“Bank sampah ini dibentuk murni swadaya dari modal sendiri. Selain untuk membantu mengurangi pengangguran di Makassar dengan memperkerjakan orang-orang, juga dalam rangka mendukung program pemerintah kota Makassar Tidak Rantasa,” jelas Beni.
Diterangkan Beni, bank sampah mandiri miliknya tidak beda jauh dengan bank sampah pusat yang melekat di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Ia pun aktif membeli sampah-sampah sortir plastik ke pengumpul atau unit bank sampah di RW.
Harganya juga bersaing dengan yang diberlakukan bank sampah pusat. Sampah botol plastik bersih dari label kemasan, per kilonya dihargai Rp5.000. Masih punya label kemasan dibeli dengan harga Rp3.500. Begitupun untuk gelas plastik bekas, harganya sama.
“Setiap hari kita turun membeli sampah-sampah warga yang mengumpulkan sampah organik kering. Bukan di warga saja, di unit bank sampah juga kita beli. Harganya bersaing dengan bank sampah pusat,” tambahnya.
Dalam setiap minggunya, bank sampah milik Beni mampu mengumpulkan satu ton sampah dari warga pengumpul dan bank sampah unit. Sampah-sampah yang dibeli kemudian didaur ulang melalui mesin penggiling, lalu kemudian dikumpulkan dan dijual ke pengusaha.
“Kita sudah punya mesin sendiri. Satu unit mesin untuk mengolah memotong kecil-kecil gelas dan botol plastik. Dalam sebulan bisa dua kali penjualan dari kami. Setiap penjualannya rata-rata 2 ton. Ada pengusaha di Makassar sudah jadi mitra kita yang siap membeli. Kalau karyawan di sini ada lima orang,” terangnya.
Menjadi tantangan dalam menjalankan bank sampah swasta milikinya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab animo masyarakat bekerja dan bersentuhan langsung dengan sampah masih sangat minim.
“Padahal kami masih butuh banyak pekerja yang siap memilah dan membersihkan sampah-sampah plastik. Kalau mesin setiap kali beroperasi memiliki kapasitas olahan satu ton. Butuh banyak pekerja dan kami akan bekerja sama dengan Disnaker Makassar,” tutupnya. (arf/rus)
Beni Mandiri dan Punya Mesin Sendiri
×

